PB, Lumajang — Satgas Kemanan Desa atau yang lebih dikenal dengan nama SKD memang benar benar mampu menekan angka kriminalitas di wilayah Lumajang.

Sistem yang diinisiasi oleh Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban telah diaplikasikan di seluruh desa di Kabupaten Lumajang.

Hasilnya, beberapa daerah mendapatkan dampak yang luar biasa dari adanya satgas tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi, Ahad (14/7) di Balai Desa Tukum Kecamatan Tekung Kapolres Lumajang memberikan penghargaan kepada 6 SKD terbaik dari seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.

Tim penilai yang telah mensurvei setiap desa dalam satu bulan terakhir ini, menetapkan tiga kriteria dalam penilaian yakni kreatifitas, keaktifan serta fasilitas yang dimiliki satgas itu sendiri.

Seperti diketahui, pola pengamanan yang digunakan oleh setiap wilayah cukup beraneka ragam sesuai dengan karakteristik dari penduduknya serta topografi dari daerah tersebut.

Seperti contohnya adalah Desa Sumber Mujur. yang membangun 3 portal yang mana dijaga oleh para anggota satgas sehingga para tamu yang berasal dari luar daerah, akan diantarkan sampai ke tempat tujuan mereka.

Lain lagi terobosan yang dilakukan oleh SKD dari Desa Tukum Kecamatan Tekung. Meskipun standart dari setiap desa adalah memiliki 30 orang anggota satgas, namun desa tersebut merekrut hingga 141 orang SKD. Mereka semua pun juga dipegangi satu HT setiap orang serta memiliki repeater sendiri, sehingga setiap orang dapat berkomunikasi dengan seluruh anggota SKD di desa tersebut.

Dalam amanatnya, Kapolres Lumajang yakin SKD ini dapat di aplikasikan di seluruh Indonesia untuk mencegah timbulnya kejahatan

“SKD ini sudah menjadi role model di Indonesia, sehingga dapat menjadi contoh bagaimana sebuah sistem pencegahan kejahatan yang dapat berjalan efektif. Personil Satgas merupakan relawan masyarakat yang muncul dari panggilan hati nuraninya untuk membantu mengamankan desanya,” uajr Kapolres.

Arsal meyakini, Lumajang bisa menjadi laboratorium sistem pencegahan kejahatan di Indonesia.

“Keberadaan satgas keamanan desa di semua desa se kabupaten lumajang menciptakan efek keamanan yang sangat luar bisa. saat ini semua desa (198 desa) telah terbentuk satgas dengan total jumlah 5.940 personil se kabupaten lumajang. bila di banding jumlah personil Polres Lumajang yang hanya 598 personil berarti kurang lebih 1000 % lebih banyak, serta penyebaran lebih luas krn SKD ada sampai di tingkat RW. Hal inilah yang sangat memungkinkan menjadi laboratorium sistem pencegahan kejahatan di Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya konsep SKD merupakan inplementasi dari teori community crime prevention yaitu sistem pencegahan kejahatan dengan melibatkan masyarakat secera informal dan bersifat sukarela dalam mengamankan wilayahnya.

“Di luar negeri khususnya Inggris dan Australia konsep ini sudah lama berjalan, yang dikenal dengan nama neigbourhood watch,” terang Arsal.

Sementara itu, Kepala Desa Tukum, Mohamad Yunus sebagai tuan rumah acara sekaligus pemenang lomba mengatakan sangat mendukung konsep SKD yang digagas oleh Kapolres Lumajang.

“Untuk itu 141 masyarakat saya rekrut sebagai anggota Satgas Keamanan Desa. semua personil SKD saya bekali HT dan seragam Satgas,” ujar Yunus.

Menurutnya, keberadaan SKD saat ini sangat dirasakan oleh masyarakat Tukum.

“Jangankan kriminalitas, anak-anak nakal yang suka nongkrong sambil minum-minuman keraspun kami tindak sehingga wilayah tukum benar-benar aman dengan keberadaan SKD. Walaupun SKD tidak di gaji dan bersifat sukarelawan, banyak masyarakat yang mau bergabung menjadi anggota Satgas Keamanan Desa. Hal ini yang saya apresiasi untuk masyarakat Tukum,” jelas Yunus.

Sebagai catatan, 6 SKD yang mendapat juara Tingkat Kabupaten adalah sebagai berikut :


Juara 1 SKD Tukum, Kecamatan Tekung
Juara 2 SKD Kalipenggung, Kecamatan Randuagung
Juara 3 SKD Jatigono, Kecamatan Kunir
Harapan 1 SKD Jatirejo, Kecamatan Kunir
Harapan 2 SKD Gesang, Kecamatan Tempeh
Harapan 3 SKD Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.

(Redaksi)

loading...