PB, Jakarta — Masih seputar kejadian di stasiun MRT. Ada yg membandingkan dan menyamai pertemuan di stasiun MRT Lebak Bulus kemarin antara Prabowo dan Jokowi seperti Nabi Musa AS bertemu dengan Fir’aun dan Nabi Muhammad SAW bertemu dgn Abu Jahal dan Abu Lahab.

Dan narasi dibangun oleh Prabowo lovers bahwa apakah kedua Nabi tersebut itu bisa disebut PENGHIANAT sebagaimana para pemarah menyebut Prabowo PENGHIANAT karena pertemuan itu …?

Ini perbandingan yg DUNGU SETENGAH IDIOT. Nabi Musa AS bertemu dengan Fir’aun itu perintah Allah … idzhab ilaa Fir’auna fa innahu togoo … “Pergilah ke Fir’aun (kau Musa) karena sesungguhnya dia teramat sombong”. Perintah Tuhan itu kepada Nabi Musa AS untuk da’wain Fir’aun bukan ngomong basa basi dan kemudian makan-makan bersama …

Begitu juga Nabi Muhammad SAW menemui kedua pamannya yg gak mau masuk Islam. Di dalamnya ada unsur dakwahnya. Nah, pertemuan di stasiun MRT VALEUNYA APAAAA …? Dan BENEFITNYA APAAA ..? Sehingga para Prabowo lovers begitu GEGABAHNYA menyamakan dengan Nabi Musa AS bertemu Fir’aun dan Nabi Muhammad SAW bertemu kedua pamannya …?

Cinta dan dukung sama Prabowo silahkan aja. Itu sah-sah saja tapi jangan sampai MELECEHKAN agamanya sendiri. Prabowo ketemu Jokowi aja gak pakai berunding dan tukar pikiran dengan para Ulama di sekitarnya. Sehingga PA 212 berlepas diri (MUNFARRIK) dari 02 akibat pertemuan itu. Bahkan Pak Amir Rais aja yg dianggap saudara tua oleh Prabowo mengatakan bahwa itu NYELONONG SENDIRI.

Kita umat Islam dukung Prabowo karena ada IJTIMA’ ULAMA. Kalau bukan itu Prabowo gak mungkin di dukung oleh Umat Islam. Apalagi keislaman Prabowo gak jauh beda dengan Jokowi. Nah kalau Ulama dijauhin dan tidak diperlukan lagi maka apakah pantas MENYAMAI PERTEMUAN itu seperti pertemuan Nabi Musa AS dgn Fir’aun dan Nabi SAW dgn kedua pamannya yg ingkar …? Itu perbandingan JAHIL MURAKKAB.

Yang jelas kejadian di MRT telah melukai para pendukungnya bilkhusus emak-emak. Prabowo gak tahu ada emak-emak hampir DICERAIN SUAMINYA karena begitu semangatnya mendukung 02. Bahkan dilapangan depan BAWASLU saya menemukan seorang ibu dari Purwokerto (kalau gak salah) yang jalan pakai alat bantu begitu semangat ikut dalam demo di BAWASLU demi cintanya pd 02. Tapi sayang jerih payah mereka hanya dibalas dengan PENGHIANATAN yg menyakitkan.

Sekarang apa yang mau di harapkan pada Prabowo …? Mau membatalkan Jokowi jadi PRESIDEN kemudian dia yang di nobatkan …? Gak mungkiiiin …. itu hanya mimpiiii …. kayak kata JIN yg iklan di tipi. Sudahlah Prabowo udah GAME OVER.

Mari kita para pendukung 02 kita tetap ISTIQOMAH dijalur perjuangan TANPA MENGIKUTSERTAKAN Prabowo. Kita harus kompak melawan kedzaliman penguasa. Jangan sampai negeri ini tergadai atau terjual ke asing dan aseng.

Kita jadi OPOSISI yang LOYALIS dan KONSTRUKTIF. Bila penguasa semena-mena menjalankan pemerintahannya maka MARI KITA BERKUMPUL LAGI DI MONAS utk bermunajad pada Allah. Agar syaitan-syaitan yg ada dalam pemerintahan yg mau merusak negeri pada kebakar semua berkat MUNAJAD kita.

Sekali lagi kita rakyat yg megang HAK PATEN negeri ini khususnya kita umat Islam. Kitalah benteng terakhir bersama TNI dalam menjaga NKRI seperti kata Jendral (purn) Gatot Nurmantyo.
Hanya pada Allah jualah kita berserah diri karena kita hanya insan yg fakiiir dan dhoiif …..

Wallahu A’lam ……

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

loading...