PB, Lumajang — Aksi razia motor bodong door to door yang dilakukan oleh Tim Cobra Polres Lumajang terus berlanjut.

Jajaran dari Polres Lumajang melakukan razia di Desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, Senin (15/7).

Dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, penyisiran ini meliputi empat dusun yakni Krajan I, Krajan II, Ranu Lading dan Blok Sumur.

Ada yang menarik dalam razia kali ini, dimana Tim Cobra menemukan empat motor yang disembunyikan di kebun kopi dan ditutupi ranting dan daun-daunan. Keempat kendaraan tersebut adalah 2 motor Honda Supra Xx 125cc, 1 Honda Vario warna putih serta 1 kendaraan pengangkut beroda 3 bermerk Tosa.

Hasil pengecekan, ternyata nomor rangka maupun nomor mesin dari kendaraan tersebut telah digosok sehingga tak bisa dibaca oleh petugas. Diperkirakan, kendaraan tersebut memang berusaha disembunyikan oleh pemiliknya setelah mengetahui Tim Cobra akan merazia wilayahnya.

Keempat motor tersebutpun dibawa oleh petugas untuk selanjutnya dibawa ke Mapolres Lumajang.

“Kuat dugaan motor-motor ini adalah hasil kejahatan, karena setelah dicek ternyata nomor rangka serta nomor mesinnya telah dirusak. saat pertama kali ditemukan, motor-motor ini ditutupi dengan dedaunan serta ranting-ranting kecil untuk mengelabuhi petugas. Sangat tidak mungkin ini adalah motor milik warga yang mencari rumput. Apalagi disekitaran sini juga tak terlihat warga yang mencari rumput,” ungkap Arsal.

Lebih lanjut, pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini mengatakan dirinya bersama jajarannya sengaja menyasar ke dalam kebun.

“Saya sengaja menyasar kedalam kebun-kebun. karena dari operasi motor bodong sebelumnya, kami mendapatkan informasi kalau banyak motor bodong yang disembunyikan di kebun-kebun dan ditutupi daun-daunan. Untuk itu operasi motor bodong kali ini sasarannya juga ke kebun-kebun. Dan ternyata memang terbukti. 4 kendaraan kami amankan di kebun kopi,” tegasnya.

Arsal berkomitmen tidak akanmemberikan ruang lagi bagi pelaku kejahatan di Lumajang.

“Kita harus komitmen bersama untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan. karena kalau kita kendor, maka tidak akan pernah putus mata rantai begal maupun kriminalitas lainnya di lumajang,” jelas Arsal.

(Redaksi)

loading...