PB, Lumajang — Operasi motor bodong door to door di Desa Sumberwringin dengan sasaran langsung ke rumah-rumah warga, mendapatkan cerita yang unik. Sebuah rumah yang terbilang mewah, dengan bangunan permanen dan halaman luas tapi satu keluarga itu tak kurang menggunakan tiga motor bodong. Dalam kegiatan yang dilangsungkan sekitar 1 jam ini, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban berhasil menemukan motor bodong di salah satu rumah warga. Selain tidak bisa menunjukan STNK dan BPKB, nomor rangka dan nomor mesin dari motor tersebut telah dirusak. Ketiga motor tersebut adalah Honda Beat Putih, Yamaha Vega yang telah dirubah menjadi trail, serta Yamaha Vega R warna hitam-biru. Saat ditanya Kapolres, pemilik sempat berkelit bahwa motor tersebut adalah milik kakaknya yang sedang bepergian. Namun setelah didesak, iapun mengakui bahwa motor tersebut adalah miliknya. Kecurigaan Kapolres bermula saat melihat kunci kontak motor tersebut yang ternyata telah rusak. Petugas yang berusaha mengecek nomor rangka dan nomor mesin pun, dibuat kaget setelah melihat ternyata sudah digosok oleh sang pemilik. Tak sampai disitu, saat plat nomor kendaraan tersebut ditelusuri, ternyata plat nomor kendaraan yang dipakai merupakan identitas kendaraan dari wilayah Pasuruan. Dalam kesempatan itu, Kapolres Lumajang kembali mengingatkan agar tidak tergiur dengan harga murah motor bodong. “Jangan sampai tergiur dengan harga murah motor bodong, karena dibalik motor bodong yang anda miliki, sebenarnya ada pemiliknya yang sah. Proses mendapatkan motor tersebut sebelum sampai ke tangan kalian, mungkin dari hasil Begal. Dalam prosesnya mungkin ada yang terluka, ada yang trauma atau bahkan ada yang meninggal dunia karena di Begal. Jadi kita harus memikirkan nasib mereka juga,” ujarnya. “Hari ini saya sangat kaget mendapati dalam satu keluarga, semuanya menggunakan motor bodong. total ada 3 motor bodong yang saya dapati dalam satu rumah, padahal rumahnya tergolong mewah. kakak, adik, bibi semuanya pake motor bodong,” imbuhnya. Kapolres menambahkan bahwa operasi motor bodong door to door akan terus digelarnya. “Saya ingin memutus mata rantai begal dan curanmor. secara ekonomi, semakin tinggi permintaan maka suplainya akan meningkat. jadi kalau permintaan motor bodong tinggi, maka suplai motor bodong juga meningkat. Masalahnya, suplai motor bodong berasal dari proses begal maupun curanmor sehingga untuk memutus mata rantai begal dan curanmor, bisa kita tekan di permintaannya. kalau tidak ada peminat, dengan sendirinya Begal maupun curanmor akan hilang,” tegas Arsal. (Redaksi)
loading...