PB, Lumajang — Satgas Keamanan Desa (SKD) merupakan sistem keamanan yang digagas oleh Kapolres Lumajang yang saat ini telah menjadi role model sistem pencegahan keamanan.

Konsep SKD sangat efektif dalam menciptakan keamanan di wilayah desa terbukti dari apa yang dilakukan oleh SKD Boreng yang berhasil mengungkap pelaku curanmor di Desa Boreng pada tanggal 10 juni 2019 lalu.

Atas Prestasinya tersebut, Kapolres memberikan penghargaan yang merupakan apresiasi atas kesiap-siagaan SKD Boreng dalam menjaga keamanan wilayahnya.

Adapun SKD Boreng yang diganjar penghargaan dari Kapolres Lumajang yaitu Misto (50) dan Lani (45) warga Dusun kuwung Desa Boreng Kecamatan Lumajang.

Dalam amanatnya Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menjelaskan Satgas Keamanan Desa memang harus pro aktif terhadap segala bentuk gangguan yang berpotensi mengganggu kondusifitas di lingkungan Dusun ataupun Desa mereka.

“Hari ini saya berikan penghargaan kepada dua orang anggota SKD Desa Boreng yang berhasil menangkap pelaku curanmor di desa mereka,” ujar Arsal, Jum’at (19/7).

Arsal berharap kesiapsiagaan keduanya dalam mengamankan wilayahnya dan keberanian dalam menangkap pelaku curanmor dapat menginspirasi Satgas Keamanan Desa lainnya.

“Total saat ini telah terbentuk SKD di 198 Desa dengan total ada 5.940 anggota SKD yang telah dilengkapi seragam sebagai identitas mereka dan desanya. Selain itu umumnya masing-masing anggota SKD telah di lengkapi HT sebagai alat komunikasi. anggaran pengadaannya di peroleh dari dana desa,” Pungkas Arsal.

Sementara itu salah seorang Satgas Keamanan Desa Boreng, Misto yang mendapatkan penghargaan sangat bangga mendapatkan penghargaan dari Kapolres Lumajang.

“Bangga sekali mas, bisa dapat penghargaan dari Kapolres. saya semakin semangat untuk mengamankan desa saya di Boreng. sejak adanya satgas keamanan desa, hampir tidak pernah terjadi curanmor. dulu sering sekali mas,” ujar Misto.

 

(Redaksi)

loading...