PB, Jakarta — Gak tahu makanan apa yang selalu di konsumsi oleh profesor yang satu ini sehingga hati dan pikirannya MAKIN BENCI buanget dengan BENDERA TAUHID. Padahal dia sendiri lulusan Universitas Islam ternama di Jokja. Dia menjadi gelisah, kejang² dan berak darah kalau melihat orang bawa bendera Tauhid. Seperti yang terjadi pada anak yatim blasteran Prancis dan mamanya Sunda. Namanya ENZO. Nama lengkapnya ENZO ZENZ ALLIE.

Prop dongo ini memberi komen di twitter tentang anak muda yang masuk jadi TNI dengan komen yang MENJIJIKAN. Komennya tak pantas bagi dia sebagai seorang profesor dan mantan ketua hakim MK. Anak muda yang potensial menguasai 4 bahasa asing dan secara postur layak dan gagah jadi anggota TNI pasukan khusus HARUS di berhentikan dari TARUNA TNI hanya karena dia pernah berfoto dengan bendera tauhid.

Kelihatan uang 100 juta dari gaji sebagai “HERDER (penjaga) PANCASILA” menjadikan sang prop dongo ini otak dan hatinya KERAM PERMANEN mendekati TOGOG MURAKKAB. Apa salahnya dengan bendera tauhid …? Kelihatan di rezim dzolim saat ini bendera tauhid lebih berbahaya dari pada bendera PKI palu arit.

Untuk apa dia disebut punggawa hukum dari kalangan Islam lantas ilmunya hanya dipakai untuk menyerang umat Islam dan Islam agamanya sendiri ….? Memang memakan uang syubhat apalagi haram daya rusaknya bagi si pemakan sangat dahsyat sekali. Walaupun ilmu agamanya setinggi langit tapi suka mengkonsumsi barang syubhat dan haram maka sang makanan juga akan menuntut kepada si pemakan agar berlaku haram yang menjijikan.

Kasihan Enzo yang berniat menjadi prajurit TNI untuk menjaga NKRI harus terhenti jadi Taruna TNI karena menurut prop dongo terindikasi HTI. Padahal sang prop TOGOG itu tahu bahwa HTI belum pernah disebut sebagai ormas terlarang. Beda dengan PKI yang sudah ada payung hukumnya sebagai ORGANISASI TERLARANG di negeri ini. Namun sang prop dungu diam seribu bahasa.

Oh prop, jika kau mati nanti insyaAllah kau gak akan bisa membaca kalimat tauhid. Mudah²an saat kau menghadapi SAKRATUL MAUT kau prop togog akan teriak² NKRI HARGA MATI. Dan matimu bukan dibungkus dengan kain KAFFAN tapi nanti dibungkus dengan DAUN UBI TALAS kalau orang Manado bilang bungkus dengan daun bete.

Rupanya kalau otak sudah togog murakkab maka titel yang tinggi gak ada harganya lagi. Buktinya dalam melihat bendera tauhid sang prop dongo gak beda jauh PERSIS dengan ABU JANDA yang OON itu. Meriang mereka berdua melihat bendera tauhid.

Semoga kita umur panjang sehingga bisa melihat kehinaan matinya para pembenci bendera tauhid. Hanya kepada Allah jualah kita berserah diri.

Wallahu A’lam …..

 

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

(Aktivis dan Ustadz Kampung)

loading...