PB, Jakarta — Akun Facebook Rocky Gerung Fix menantang ILC untuk mengangkat tema ‘Khilafah Radikal’. Bahkan, Dia juga merekomendasikan beberapa tokoh untuk hadir.

Sebagai aktivis sosial media, saya juga sependapat dengan Bung Rocky. Sebab, selama ini khilafah lebih sering dijadikan kambing hitam oleh rezim atas sejumlah kegagalan mengelola pemerintahan. Khilafah juga, sering dijadikan dalih sebagai musuh bersama oleh orang-orang yang mengaku ‘Aku Pancasila’ padahal sejatinya mereka-lah gerombolan maling yang dicokok KPK.

Dalam debat ILC, Bang Karni Ilyas juga bisa memberi pengantar atas sejumlah kerusakan di negeri ini, apakah disebabkan khilafah atau dilakukan oleh ‘Garong Aku Pancasila’. Sehinga, menjadi jelas dimata publik problem negara ini penyebabnya apa.

Perlu juga diundang Nara Sumber dari Jubir HTI, karena selama ini HTI terbuka memperjuangkan khilafah. Agar, publik paham khilafah secara fair, bukan memahami khilafah dari penuturan dan riwayat Abu Janda.

Perlu juga menghadirkan Prof Mahfud MD dan Prof Suteki, konon duo profesor ini sedang kemaruk sayembara. Prof Mahfud menantang bukti kalau dia anti bendera tauhid, ada 10 juta duit dipersiapkan bagi siapapun yang mampu membawa bukti itu. Sementara Prof Suteki menantang Prof Mahfud untuk membawa bendera tauhid di pundak dengan bangga, seperti dirinya. Sebagai bukti, Prof Mahfud tidak anti bendera tauhid.

Awalnya jika Prof Mahfud berani, Prof Suteki akan menghadiahi Prof Mahfud MD 1 juta perak. Konon disesuaikan penghasilan. Namun entah karena baru menang arisan, tetiba Prof Suteki menaikan pagu hadiah menjadi 10 juta untuk Prof Mahfud, jika berani memanggul bendera tauhid, meskipun tak ‘se gagah’ Prof Suteki.

Di ILC juga perlu dihadirkan Fransiskus Xaverius Arief Poyuono dari Gerindra, karena Dia menuding HTI penumpang gelap Gerindra. Gerindra juga perlu ditanya, apakah buang badan isu penumpang gelap ke HTI juga ada hubungannya dengan khilafahnya ? Sebab, hari ini khilafah sedang seksi, apapun isu politiknya, khilafah selalu dijadikan kambing hitamnya.

Kemenag, periksa anak MAN mengabarkan bendera tauhid, dituding terkait HTI dan khilafah. Taruna Akmil dipersoalkan karena membawa bendera tauhid, TNI dituding ‘kecolongan’.

TKN Jokowi berebut kursi, juga atas klaim mengamankan negara dari ancaman khilafah. Gerindra merapat, juga disinyalir ‘Jualan Ancaman Penumpang Gelap’ tak jauh beda ini juga ada kaitan dengan khilafah HTI.

Padahal, korupsi marak itu ulah partai. Utang negara menggunung, itu ulah Jokowi. Kenakalan remaja dan narkoba, itu ulah liberalisme. Kekayaan alam dijajah asing, itu akibat mengadopsi kapitalisme demokrasi.

Lantas, kenapa selalu khilafah yang disalahkan ? Kenapa khilafah begitu radikal, dianggap menjadi sebab atas semua persoalan ? Sebenarnya, khilafah itu apa ? Apa yang dijanjikan dari khilafah ? Apa bedanya khilafah dengan kerajaan ? Khilafah dengan Republik ? Khilafah dengan federasi ?

Karen itu, sekali lagi saya setuju usul Rocky Gerung. ILF baiknya menayangkan debat dengan tema khilafah. Agar, kita tidak cuma ‘rasan-rasan’, cuma sibuk ngegosip tentang khilafah. Karenanya, perlu dibuka forum diskusi intelektual tentang khilafah.

 

Oleh : Nasrudin Joha

loading...