PB Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang berinisial C, sebagai tersangka tindak pidana penjualan data nasabah dan data kependudukan melalui website dan Whatsapp.

Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safruddin mengatakakan saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Mabes Polri “Kelengkapan data yang dijual oleh tersangka C ini meliputi nama lengkap, nomor handphone, alamat, NiK, KK, nama bank dan data pribadi lainnya,” Kamis (15/8).

Kombes Asep Safruddin  mengungkapkan bahwa pelaku yang berinisial C ditangkap di wilayah Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Selasa (6/8/2019).

Tersangka C (32) menawarkan data nasabah dan data kependudukan tersebut melalui website temanmarketing.com dan jika ada calon pembeli, C (32) melakukan transaksi melalui akun whatsapp dengan nomor 081288103307, terang Asep

Bahwa tersangka tersebut memiliki beberapa pilihan paket pembelian data untuk pembelinya, yang termurah dengan harga Rp 350.000 untuk 1.000 data hingga yang termahal Rp 20 juta untuk 50 juta dana nasabah dan penduduk, Jelas Asep.

Wakil Direktur Tindak Pidana Siber menjelaskan bahwa Setelah harga yang ditawarkan tersangka cocok maka pelaku langsung mengirimkan dua opsi pembayaran. Pembayaran pertama melalui transfer ke nomor rekening Bank Central Asia (BCA) dengan nomor 8800390746 atau melalui top up saldo OVO ke nomor 081288103307.

“Kami akan terus kembangkan kasus ini hingga ke akar-akarnya,”

Dari tangan tersangka, tim penyidik mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel yang dipakai pelaku pada website temanmarketing.com dan ratusan ribu data nasabah serta penduduk.

Atas perbuatannya tersangka C dijerat Pasal 48 ayat (2) Jo Pasal 32 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITe) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun dan atau denda paling banyak Rp3 miliar.

Ditambah Pasal 95A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun dan atau denda paling banyak Rp25 juta. tutup Asep (Red)

loading...