PB, Jakarta — Ini analisa ecek-ecek aja. Kalau suka, dibaca. Kalau gak suka dilepehin aja. Kerusuhan di Papua hari Senin lalu itu memang sudah dirancang. Metode dan polanya dari dulu tidak berubah. Yang merubahnya hanya stylenya aja tapi pola gerakan hampir sama. Ini model²nya gaya permainan LB. MURDANI dan murid²nya.

Orang Papua bukan lagi orang bodoh apalagi dianggap masih primitif. Mereka sudah pintar² sekarang. Orang Papua walau wajahnya kayak RAMBO tapi hati mereka kayak RINTO. Itu pengalaman diri penulis berteman dengan orang Papua. Cuma ada kelemahannya dan menjadi kelemahan orang² di Indonesia bagian Timur dan Tengah. Apa itu ..? Kompornya cepat puanas sehingga gampang meleduk.

Berbekal kelemahan itulah maka terjadi kerusuhan di Monokwari dan Sorong. Yang ujung²nya minta MERDEKA. Begitu juga kasus UAS. Polanya juga sama. Di goreng kasus UAS agar Umat Islam khususnya di SUMATRA melakukan hal yang sama seperti di Papua.

Cuma orang Sumatra khususnya Umat Islamnya masih patuh pada agamanya bahwa MARAH itu pintu syaitan yang paling jitu buat KERUSUHAN. Jadi mereka masih wait and see aja. Lagian orang Sumatra gak gampang meleduk. Kecuali sangat terpaksa. Apalagi kontennya adalah PANGGILAN JIHAD. Wah mereka number one.

Pola² semacam ini sering dipakai oleh murid²nya LB MURDANI. Apalagi mereka dalam lingkar kekuasaan dan takut kekuasaannya hilang direbut orang. Maka pola² seperti inilah yang dipakai. Yang akhirnya rakyat tak berdosa jadi korbannya. Dan mereka selalu meminta tumbal dari pejabat yang berkuasa sekaligus jadi modal bargaining dengan presiden.

Itu juga yang terjadi pada kasus MATI LAMPU serentak kemarin di seluruh pulau Jawa dan Bali. Akhirnya JENDRAL MERAH meminta PLN JANGAN MENGELOLA LISTRIK SENDIRI. Kasih donk sama SWASTA. Itu kata salah satu Jendral MERAH. Dan kerusuhan di Papua kemarin sama aja. Sebagai bargaining pada presiden mau dengan kami atau dengan BG dkk.

Jendral merah dan CSIS plus si TOKE pengusaha merah dan hitam gak RIDHA presiden tunduk dan patuh sama BG and the Gang. Tapi BG and the Gang punya KARTU TRUF agar presiden harus bersama mereka. Maka itulah terjadi makan sate dan nasgor. Bagi para aktivis senior diatas 30 tahun jadi aktivis sudah FAHAM betul gaya dan pola ini.

Pola permainan para Jendral merah ini selalu mengorbankan rakyat tak berdosa dan akan akan meminta TUMBAL dari para pejabat yakni KAPOLRI dan PANGLIMA TNI. Buktinya, sepanjang penulis jadi aktivis lapangan selama 30 tahun ini, baru kali ini bisa kita lihat ada aparat keamanan lari tunggang langgang jatuh bangun kayak lagu dangdut DIKEJAR PENDEMO. harusnya pendemo yang lari tapi ini polisi dan tentara yang lari.

Ada apa ini, koq bisa terbalik begitu …? Mana ketegasan pimpinan Kepolisian dan TNI ..? Itu artinya ada pimpinan yang lebih berkuasa diatas KAPOLRI dan PANGLIMA TNI sehingga aparat keamanan tak berdaya dalam kasus amuk masa di Papua. Sudah NYATA pimpinan Kepolisian dan TNI bakal dijadikan tumbal untuk bargaining para Jendral Merah yang bakal tersingkir dari pemerintahan priode kedua ini.

Nah pertanyaannya adalah apakah rakyat Indonesia akan membiarkan sepak terjang para Jendral Merah dan Pengusaha Hitam MENGADU DOMBA rakyat dan meminta Tumbal pejabat dalam rangka memenuhi KERAKUSAN KEKUASAAN MEREKA ..?

Kita harus bersuara lantang untuk melawan mereka dan menghentikan tindakan biadab mereka. Kalau gak maka NKRI bakal hancur tinggal nama saja. Mari semua rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke bersatu padu melawan anak² bangsa penghianat yang ingin merusak bangsa ini.
Bagi Umat Islam gak ada kata lain selain JIHAD FISABILILLAH.

Isykariman au Mut Syahidan. Hanya kepada Allah jualah kita berserah diri.

Wallahu A’lam ….

 

 

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

(Aktivis dan Ustadz Kampung)

loading...