PB, Lumajang — Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal mengatakan Umi Salma (51), otak dibalik investasi bodong di Lumajang menggunakan nama CV Permata Bunda.

Kata dia, selama dua tahun pelariannya, ia sering kali berpindah pindah kota dan bahkan Umi Salmah sempat menghilangkan jejak ke Kota Malang.

“Lantas ia juga diketahui sempat ke Jakarta untuk melarikan diri dari nasabah yang mencarinya. Hingga yang terakhir, dirinya bersama dua orang anak kandungnya yang bernama Al Imron Rosyidi (30) dan Al Amin Rois (24) berhasil ditangkap Tim Cobra di Pulau Dewata tepatnya di rumah Kost Pondak Alit Jalan Dewi Sri II Nomor 10 Kuta, Bali,” ujar Arsal kepada wartawan, Selasa (20/8).

Lanjutnya, Umi Salma juga tidak main-main memilih kosan karena selain dekat dengan pantai Kuta ternyata kosan tersebut juga merupakan kosan elit di daerah tersebut serta menyewa dua kamar kos sekaligus.

Lebih jauh Kapolres Lumajang menegaskan bahwa dirinya akan mempelajari kasus ini lebih dalam mengingat adanya dugaan penipuan di setiap kota yang ia tempati.

“Ada dugaan dirinya juga tersandung masalah saat ia berada di Kota Malang. Hal ini mengindikasikan setiap kota yang ia singgahi, ia melakukan tindak kejahatan yang sama. Silahkan bagi siapa saja yang merasa di tipu oleh Ibu Umi Salamah, dapat melapor ke kantor polisi terdekat atau datang langsung ke Mapolres Lumajang,” himbau Arsal.

Sementara itu, Hanifa, salah satu korban terlihat sangat emosional seusai pelaku dibawa masuk ke dalam penjara.

“Enak yaa kamu, bawa uang kami dan liburan ke Bali sama anak anakmu. Kami yang disini bingung dicari nasabah sampai diancam dibunuh segala. Gara gara uang kami kamu bawa, ada nasabah yang harus bangkrut usahanya di pasar karena tak punya modal. Kembalikan uang kami atau kamu kami tuntut dipenjara seumur hidup,” ungkapnya dengan penuh amarah.

Sedangkan Ketua Tim Cobra, AKP Hasran Cobra yang memimpin rombongan penangkapan ke Bali mengatakan pihaknya sempat kehilangan jejak pelaku.

“Kami sempat kehilangan jejak mencari pelaku, karena berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Tapi berkat semangat pantang menyerah jajaran Tim Cobra akhirnya kami bisa melacak keberadaannya di Bali dan menangkapnya tanpa perlawanan,” ujar Hasran yang juga sebagai Kasat Reskrim Polres Lumajang.

 

 

(Redaksi)

loading...