PB, Jakarta — Saat ini dunia persilatan hukum Indonesia diramaikan dengan ISU KPK dan POLISI. Tiba² sebagian masyarakat dan para aktivis berteriak lantang SAVE KPK. Dan disisi yang lain ada yang MENGECAM POLISI karena terpilihnya IRJEN FIRLI BAHURI dengan suara terbanyak 56 suara untuk menduduki KETUA KPK.

Dan yang menarik, dalam isu KPK dan POLISI ini masyarakat hukum terbelah dua. sebagian masyarakat yang mendukung penuh komisioner KPK sekarang. Seolah² mereka yang benar, betul dan bersih. Kemudian komisioner baru yang terpilih mereka jelek, buruk dan kotor terutama IRJEN FIRLI.
Dan sebagian lagi mendukung KPK baru yang dikomandoi oleh Polisi.

Ada yang lucu dalam perdebatan disini. Orang yang tidak suka dengan IRJEN FIRLI mantan KAPOLDA NTB membuat tulisan ketidaksukaan mereka pada polisi yang membikin orang tertawa termehek². Mereka bikin tulisan bahwa rezim sekarang ini membikin POLISI menjadi anak emas dengan menyebut:

KAPOLRI dari polisi
BNN dari polisi
BIN dari polisi
MENTERI PAN dan APARATUR NEGARA dari polisi
BULOG dari polisi
BNPT dari polisi
PRAMUKA dari polisi
dstnya.

Dari semua jabatan diatas itu boleh diisi oleh siapa saja yang disukai presiden dan rata² mereka sudah purnawirawan kecuali KAPOLRI. Yang jadi aneh, koq KAPOLRI dinyinyir dari polisi. Jadi maunya KAPOLRI itu harusnya dari mana …? Dari HANSIP atau SATPAM atau dari ORMAS² BERGAYA MILITER, gitu …? Aneh memang.

Banyak yang ribut bahwa IRJEN FIRLI adalah orang yang punya kasus yakni melanggar kode etik KPK karena ketemu dengan TGB yang terindikasi ikut dalam korupsi NEWMONT sewaktu jadi Gubernur NTB. Sehingga dia tak pantas duduk jadi pimpinan KPK.

Nah, bagaimana dengan ketua KPK sekarang AGUS RAHARDJO …? Sewaktu diawal terpilih jadi pimpinan KPK juga punya kasus korupsi sebagai Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tapi Agus tetap lanjut jadi ketua KPK walau banyak yang protes. Dan sekarang Agus dan kawan² bak pahlawan kesiangan dengan MENDOMPLENG ketidak sukaan masyarakat terhadap direvisinya UU KPK. Pakai meketakkan jabatan segala. Supaya orang simpatik.

Padahal semenjak jadi ketua KPK dia dan komisioner lainnya hanya MENYASAR kasus² korupsi yang kecil² dan mencari mangsa tokoh² Islam. Adapun kasus yang besar yang akan kena bukan Islam DIBIARIN TERGELETAK begitu aja. Seperti KASUS SUMBER WARAS, KASUS REKLAMASI dan KASUS yang berkaitan dengan Menteri Perdagangan ENGGARTIASTO LUKITO. Dan sudah pasti mereka bukan muslim.

Terlebih kasus korupsi yang dilakukan oleh MENDAG ENGGAR tidak ada keberanian KPK sekarang ini untuk menangkapnya dan mencebloskan ke penjara seperti menteri atau bekas menteri dari kalangan Islam. Coba kalau Enggartiasto sudah di TANGKAP dan di MASUKIN PENJARA dari kemarin² maka dia tidak akan MERACUNI UMAT ISLAM dengan PERMENDAGnya No.29 tahun 2019.

PERMENDAK ini mengatur tentang ketentuan EXPORT/IMPORT HEWAN DAN PTODUK HEWAN. dengan merevisi PERMENDAG No. 59 tahun 2016. Dimana dengan aturan baru ini, DAGING YANG DI IMPORT dari luar TIDAK PERLU MENCANTUMKAN HALAL.

Jadi umat Islam yang jumlahnya hampir 200 juta orang di negeri ini akan di BERIKAN MAKANAN HARAM oleh MENDAG yang dari RAS KETURUNAN. Dia sewenang² begitu karena dia merasa dia kuat dan hebat. KPK aja gak berani kepadanya. Dia telah menghancurkan usaha tukang daging di tanah air juga sekaligus MERACUNI umat Islam dengan barang haram. Ini lebih besar kasusnya dari pada melanggar kode etik KPK.

Semoga KEPEMIMPINAN KPK yang baru ditangan IRJEN FIRLI tidak memilih kasih dalam penegakkan hukum yang berkaitan dengan KORUPSI. Kalau perlu diawal kerjanya menangkap ENGGARTIASTO LUKITO agar dia gak merasa hebat dan merusak negeri ini dengan kebijakan² yang NYELENEH.

Met bertugas IRJEN FIRLI. Semoga Allah meringankan tugas² antum dan membabat habis KORUPTOR² di negeri ini sampai ke akar²nya tanpa pandang bulu.
Hanya kepada Allah jualah kita berserah diri.
#BRAVOPOLISI
#SAVEKPKDANPOLISI

Wallahu A’lam …..

 

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

(Aktivis dan Ustadz Kampung).

loading...