PB, Lumajang — Ratusan Pengurus Cabang Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia di Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Sholat ghaib dan lantunkan doa bersama serta Shalawatan yang ditujukan untuk mengantar kepergian Immawan Randi (21), di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono, Lumajang, Rabu (2/10).

Sebagaimana diketahui seorang mahasiswa asal Kendari, Sulawesi Tenggara bernama Randi tewas saat mengikuti aksi unjuk rasa menentang RUU kontroversial pada Kamis 26 september 2019 lalu.

Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo tersebut diduga tewas tertembak dengan luka tembak di bagian dada kanannya dan akhirnya Randi dinyatakan meninggal dunia pada 15.44 WIB setelah dilarikan ke Rumah Sakit Ismoyo Kendari.

Berkabung dalam peristiwa tersebut
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban bersama PC PMII menggelar shalat ghaib bersama untuk mengantar kepergian Sahabat Randi.

“Saya sangat berduka-cita atas kejadian ini. Tentunya hal ini tidak diharapkan oleh semua pihak. Polri saat ini sedang mengusut pelaku penembakan terhadap sahabat Randi. saya berharap dikemudian hari tidak lagi ada jatuhnya korban jiwa baik di pihak pendemo maupun di pihak aparat keamanan,” ujar Arsal.

Arsal mengakak semua pihak untuk mendoakan Almarhum agar arwah Almarhum mndapat tempat yang layak di sisi Allah, SWT.

“Mari kita doakan bersama untuk kepergian almarhum, semoga Arwah Sahabat Randi mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT dan juga mari kita berdoa untuk kedamaian Indonesia tercinta. Tak lupa juga kita doakan keluarganya agar diberi ketabahan melepas kepergian Almarhum Sahabat Randi,” ujar Arsal lagi.

Swntara itu Ketua PC PMII H. Saiful Anwar dalam pernyataan sikapnya menuntut agar Kapolri mengusut tuntas penembak sahabat Randi.

Selain itu, pihaknya menuntut Kapolri memprioritaskan kasus penembakan Sahabat Randi dan memberikan hukuman seberat-beratnya pada pelaku dengan undang-undang yang berlaku.

” Serta Kapolri harus bertanggung jawab kepada keluarga Randi dan menuntut tidak ada lagi insiden yang sama terulang kembali dan kepolisian tidak melakukan tindakan represif kepada masa aksi,” tegas Saiful Bahri.

 

 

  • (Redaksi)
loading...