PB, Jakarta — Melihat kejadian demi kejadian MENGERIKAN yang terjadi di Wamena Papua, hati ini bertanya², apa iya di Indonesia ada sekumpulan manusia yang BENGIS dan KEJAM MEMBANTAI manusia yang lain tanpa punya perasaan padahal mereka sebangsa dan setanah air ….? Segitu bencinya mereka kepada orang lain yang bukan satu suku dengannya …?

Sejak Indonesia berdiri, belum pernah terdengar ada suku membantai suku lain dengan bengis tanpa belas kasihan kecuali ada kasus perselisihan. Dan itupun kalau ada, APARAT KEAMANAN langsung mengantisipasinya supaya tidak melebar dan jatuh KORBAN lebih banyak. Seperti kejadian di Lampung antara penduduk setempat dengan WARGA BALI beberapa tahun lalu.

Tapi yang terjadi di Wamena kelihatannya, warga pendatang DIBIARKAN DIBANTAI oleh penduduk setempat yakni ORANG PAPUA ASLI (OPA). Dan NEGARA tidak hadir melindungi warganya yang dibantai.
Pertanyaannya adalah APA BENAR ORANG PAPUA ASLI (OPA) membenci pendatang …? Bukankah pendatang di Papua bukan hanya sesama warga Indonesia tapi ada juga yang lain dari luar negeri seperti warga CINA dan BULE …?

Koq tidak PERNAH kedengaran ada OPA MEMBANTAI orang CINA dan BULE …? WHY kenapa ….? Apakah karena orang CINA dan BULE bukan BERAGAMA ISLAAAAAM …? Sepertinya disinilah TITIK PANGKAL PERSOALAN. Mereka OPA membantai pendatang karena si pendatang itu mereka beragama ISLAM terutama dari suku BUGIS, PADANG, BANJAR dan JAWA.

Baru² ini Gubernur Papua menginstruksikan agar HTI hengkang dari Papua. Kan lucu, umat Islam yang dibantai oleh OPA tapi HTI yang disalahkan. Mau cari alasan bahwa PEMBANTAIAN SUKU PENDATANG oleh OPA karena ulah HTI, gitu maksud GUBERNUR LUKAS EMBE …?

Pembantaian di Wamena Papua tak ubahnya yang terjadi di negara BOSNIA dulu. Itu namanya GENOCIDA pembersihan etnis dengan cara di bunuh. Suku lain tidak pernah membenci OPA apalagi Umat Islam. Tidak sedikit para DA’I dan MUBALIG datang ke pedalaman Papua mengajarkan apa arti sebuah kehidupan.

Para Da’i itu tak perduli dengan KESULITAN alam Papua yang terkenal dengan GANASNYA NYAMUK MALARIANYA.
Mereka datang dengan ikhlas mengajarkan OPA agar menjadi manusia seutuhnya dan sama dengan suku² yang lain di Indonesia. Beda dengan para MISIONARIS. Mereka datang hanya mengajarkan agamanya tapi MEMBIARKAN OPA dengan gaya PRIMITIFNYA.

Malah yang terjadi mereka para MISIONARIS MENGEKSPLOITIR OPA dengan menjual keluar negeri budaya primitifnya tapi OPA tidak dapat apa². Hanya sekedar tepuk tangan dari hadirin. Dan benefitnya dimakan habis oleh para bule misionaris itu. Dan tidak pernah kedengaran OPA MEMBANTAI MISIONARIS kaaan …?

Kita di luar Papua CINTA dengan OPA. Mereka OPA tidak ada hambatan mau berkeliling Indonesia. Dan tidak ada yang mengejek dan mengganggunya. OPA jangan mau DIPROVOKASI oleh orang luar agar mau memusuhi suku lain diluar Papua. Betapa tega kalian OPA yang MEMBANTAI DOKTER yang begitu IKHLAS mendedikasikan dirinya menyehatkan OPA tapi kalian bunuh dia dengan kejam dan sadis.

Apakah kalian masih manusia atau sudah menjelma jadi BINATANG sehingga menjadi begitu BUAS membantai saudara sebangsa sendiri. Jika melihat kasus² yang terjadi di Papua, kesimpulan sementara saya adalah OPA bukan memusuhi pendatang tapi memusuhi “umat Islam”. Apakah Umat Islam itu sebagai pendatang atau sebagai aparat keamanan.

Kasus PEMBAKARAN masjid di TOLIKARA, BERKIBARNYA BENDERA ISRAEL, dan MENJADIKAN tanah Papua sebagai tanah kedua Israel sebagaimana pernah diucapkan oleh salah satu pejabat PEMDA disana menunjukkan hal itu. Bahwa OPA tidak suka dengan orang Indonesia dan bangsa Indonesia karena Islamnya. Bukti terakhir ucapan Lukas Emde.

Mereka yang bantai umat Islam tapi HTI koq yang disalahkan. Dikwatirkan sasaran ucapan pak Gubernur ini ditujukan kepada para Ustadz yang OPA agar meninggalkan tanah Papua karena sudah bukan seagama dengan pak Gub. Ah semoga tidak benar dugaan saya ini. Dan mudah²an ucapan pak Gub hanya HOAX belaka.

Mari kita rajut kembali kasih sayang yang mulai terputus antar sesama anak bangsa. Damai itu indah. Mari kita ciptakan kedamaian itu dengan tulus ikhlas. Tapi memang susah kalau rezim ini masih berkuasa. Konflik akan ada terus karena pemimpinnya sudah jadi togog permanen sehingga hilang RAHMAT dan BERKAH dari Allah.

Hanya kepada Allah jualah kita berserah diri.

Wallahu A’lam ….

 

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

(Aktivis dan Ustadz Kampung)

loading...