PB KABUPATEN CIREBON,- Postingan pemilik akun D’Box BirdFarm tentang dugaan dipetieskannya kasus sepuluh tahun lalu, terus mendapat perhatian dari beberapa kalangan dan kini datang dari Lembaga Analisis Masyarakat Madani Pemersatu (Lammpu).

Ketua Umum Lammpu, Sailan menilai bahwa pemilik akun bisa terjerat KUHP, Pasal 359.

” Pada pasal 359 KUHP disebutkan, “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun”. Jika saya membaca pemberitaan-pemberitaan sebelumnya, pemilik akun yang juga diduga sebagai pemilik kandang ayam yang dialiri listrik, maka jelas bisa dikenakan pasal tersebut karena berniat menjaga agar ayamnya tidak dicuri orang tapi malah memakan korban hingga meninggal,”. jelas Sailan saat dihubungi melalui saluran telepon pada Jum’at (04/09/2019) lalu.

Namun menurut Sailan, hal tersebut bisa mengarah kepada KUHP pasal 340

“Ketika niat (yang unsur kesengajaan) menguat maka berdasarkan bukti fakta dilapangan pemilik akun bisa di arahkan dengan dugaan perencanaan pasal 340 tersebut,” tuturnya.
Ia melanjutkan, kejadian tersebut bisa juga diarahkan kepada Undang-undang ketenagalistrikan.

“Pada UU 30 Tahun 2009 dapat juga menjadi acuan pengembangan kasus tersebut jika terbukti dugaan mengaliri listrik di kandang ayam itu, maka bisa dihubungkan kepada UU 30bTahun 2009, pasal 50  yang menyebutkan bahwa Setiap orang yang tidak memenuhi keselamatan ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (1) yang mengakibatkan matinya seseorang karena tenaga listrik dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Sedangkan pasal 44 ayat 1 itu disebutkan bagi usaha ketenagalistrikan yaitu Setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan. Nah ini bukan usaha yang notabene tidak memiliki izin berarti ilegal, hukumannya bisa lebih berat,” tandasnya.

Sailan diakhir pembicaraan meminta agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas perosalan tersebut.

“Jika kepolisian sektor Mundu tidak berupaya mengungkap dugaan kasus yang diduga pula dipetieskan, maka pihak kami akan segera mempertanyakan kepada Polres atau pun Polda Jabar,” tutup Sailan.

Sampai berita ini diturunkan, pemilik akun belum bisa dimintai tanggapan dan bahkan posting yang diunggah pada 15 Agustus 2019 lalu tersebut telah dihapus oleh pemilik akun D’Box BirdFarm. (Ceps)

loading...