PB, Lumajang — Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban memamerkan barang-barang PT Q-Net yang ditemukan di Kantor PT Amoeba Internasional yang berada di Kabupaten Kediri, Senin (7/10).
Kata Kapolres, barang-barang yang dipamerkan itu merupakan hasil penggeledahan Tim Cobra yang dipimpin langsung oleh Katim Cobra AKP Hasran Cobra di kantor milik PT Amoeba Internasional di Desa Cangkring Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, Kamis lalu (3/10).
Barang-barang yang diperlihatkan itu terdiri formulir pendaftaran, nota pembayaran, buku panduan untuk bergabung, maupun dokumen lain yang berkaitan dengan PT Q-Net.
Selain itu Kapolres juga memperlihatkan dokumen milik PT Q-Net yang terlihat baru saja dibakar.
Lanjutnya, prmbakaran dokumen iitu merupakan instruksi dari seseorang agar melenyapkan berbagai dokumen penting yang berbau dengan PT Q-Net maupun dengan PT Amoeba Internasional.
“Hal trsebut diperkuat setelah Tim Cobra menemukan pesan singkat dari salah satu telefon genggam yang disita, seseorang telah menginstruksikan untuk melenyapkan berbagai dokumen penting yang berbau dengan PT Q-Net maupun dengan PT Amoeba Internasional,” terang Arsal kepada wartawan di Kandang Tim Cobra, Senin (7/10).
Pada kesempatan itu Kapolres juga memamerkan beberapa buah laptop yang ditemukan oleh Tim Cobra di tempat sampah.
Diantara laptop tersebut kata Kapolres, ada yang berhasil dinyalakan, sedangkan yang lain telah dirusak sehingga tidak bisa dinyalakan.
“Bahkan Tim Cobra juga menemukan beberapa Handphone yang sengaja dibuang di bawah pohon sawo serta berusaha ditutupi dengan daun kering,” ujarnya lagi.
AKBP Muhammad Arsal Sahban menegaskan bahwa semua itu merupakan usaha dari pihak PT Q-Net maupun PT Amoeba Internasional untuk menghilangkan jejak dari perusahaan tersebut.
“Dari bukti chatting di salah satu handphone yang ditemukan, memang adanya instruksi dari seseorang untuk melenyapkan barang-barang yang terkait dengan perusahaan PT Q-Net maupun PT Amoeba Internasional. Saya akan mendatangkan ahli IT dari Polda untuk membuka kembali barang elektronik tersebut mengingat jejak digital tak akan pernah bisa dihapus,” terang pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran tersebut.
(Redaksi)
loading...