PB, Abepura – Pasca kerusuhan yang melanda Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya beberapa waktu lalu, situasi dan kondisi terus berangsur aman dan kondusif.

Berkaitan dengan hal tersebut, TNI dalam hal ini Korem 172/PWY menggelar Operasi Teritorial (Opster) tahun 2019 yang menyasar 4 tempat di Kabupaten Jayawijaya.

Upacara pembukaan Opster tahun 2019 tersebut dipimpin oleh Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua bertempat di Lapangan Bola Kimbim, Distrik Asologaima, Jayawijaya, Rabu (16/10).

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mendukung sepenuhnya kegiatan Operasi teritorial TNI oleh Korem 172/PWY.

“Yang dilakukan oleh Opster ini tujuannya adalah untuk melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat sehingga TNI bisa bekerjasama membangun tempat-tempat maupun fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.

Bupati menegaskan bahwa keberadaan TNI-Polri di Kabupaten Jayawijaya sangatlah penting untuk membantu pemerintah daerah dalam proses percepatan pembangunan.

“TNI dan Polri turun langsung ke kampung-kampung berinteraksi dengan masyarakat, tidak benar kalau ada opini yang mengatakan keberadaan TNI dan Polri di Kab Jayawijaya membuat takut masyarakat. Aparat dan masyarakat terus bersatu dan tidak ada kata perbedaan,” tegas Bupati.

Senada dengan itu, Danrem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar pada kesempatan yang sama mengatakan, pelaksanaan operasi teritorial TNI tahun 2019 di Kabupaten Jayawijaya sesuai dengan arahan Mabes TNI.

“Kita lakukan upaya-upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di wilayah ini. Kemudian diselaraskan dengan kondisi aktual yang ada di wilayah Kabupaten Jayawijaya khususnya Wamena, kita melakukan berbagai komunikasi dengan masyarakat dengan upaya-upaya pembangunan.  Berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten atau bupati kita berusaha membangun berbagai hal baik berbentuk fisik dan non fisik,” ujarnya.

Kata Danrem, Opster akan dilaksanakan di empat tempat yakni di kampung Yonggime distrik Pyramid, Kampung Silokarno Doga Distrik Silokarno Doga, Distrik Wamena dan Kampung Wouma Distrik Wouma.

“Untuk sasaran fisik yakni pembangunan 6 unit rumah masyarakat, pembangunan 1 unit gereja, pembuatan 5 sumur bor, pemasangan 20 unit lampu jalan dalam hal ini menggunakan solar cell, pembangunan 3 unit  kandang babi dan perehapan beberapa fasilitas umum seperti gereja dan sekolah,” sebutnya.

Sedangkan untuk sasaran non fisik kata Danrem akan dilakukan kegiatan penyuluhan wawasan kabangsaan, bela negara dan perlombaan PCTA ( Parade Cinta Tanah Air) dan juga kegiatan di bidang kesehatan yaitu penyuluhan dan pengobatan masal, serta karya bhakti, olahraga bersama, pembagian sembako kepada masyarakat dan ibadah bersama tokoh agama lain sebagainya.

Dia juga mengatakan bahwa terdapat sasaran tambahan yang akan dilaksanakan yaitu pemasangan solar cell di rumah masyarakat sebanyak 75 unit bekerjasama dengan PT. PLN(Persero) wilayah Papua, pembuatan 2 unit MCK umum dua pintu kerjasama dengan Bank BRI cabang Wamena, pembagian biscuit Balita sebanyak 700 karton dan untuk ibu hamil dan 200 karton kerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk kegiatan Baksos di Kabupaten Jayawijaya.

“Intinya adalah membangun dan membantu hal-hal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat saat ini di wilayah Kab. Jayawijaya. Pada kegiatan ini kita melibatkan sekitar 200 personel,” imbuh Binsar.

Danrem berharap, kegiatan tersebut dapat membangun interaksi masyarakat dengan TNI di daerah.

“Kemudian kita juga berusaha dalam membangun suasana yang lebih kondusif di wilayah Jayawijaya khususnya di Wamena dan sekitarnya sehingga tercipta opini masyarakat bahwa situasi sudah berangsur pulih,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Suku Daerah Omargma (Pewaris Anak Tungal dari Silo Soekarno Doga), Alex Silo Soekarno Doga mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran Opster TNI masuk di wilayah Kabupaten Jayawijaya.

“Kami sebagai tokoh adat sangat berterima kasih kepada pemerintah Pusat dan panglima TNI. Pembangunan sampai di daerah ini, kami sangat berterima kasih, kami perlu membangun daerah ini dengan TNI bersama rakyat sebagai bentuk membangun bersama,” katanya.

Dia menegaskan bahwa terkait isu-isu yang berkembang saat ini, pihaknya menyampaikan tidak mengetahui.

“Kami tidak ingin membeda-bedakan suku maupun ras, karena bagi kami semuanya sama. Kami sama-sama mau membangun daerah yang terbelakang di Kabupaten Jayawijaya pada khususnya dan umumnya diseluruh pegunungan,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya mengharapkan pembangunan yang dilaksanakan oleh TNI.

“Seperti dalam pelaksanaan TMMD baik dalam skala besar maupun kecil yang dilakukan secara bertahap agar masyarakat merasa puas dan menikmati pembangunan di daerahnya. Kami mau membangun bersama-sama TNI-Polri, bergandengan tangan dalam pembangunan,” pungkasnya.

(Redaksi)

loading...