PB Kediri – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Inklusi Keuangan, penetapan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk barang dan jasa keuangan. Inklusi keuangan dapat diartikan sebagai sebuah kondisi dimana masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan akses pada berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas, tepat waktu, lancar dan aman dengan biaya yang terjangkau, salah satunya dengan layanan financial technology (fintech) P2P Lending. Sehingga terus dilakukan sosialisasi perkembangan Fintech dan UKM Kota Kediri di Bulan Inklusi Keuangan 2019.

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, ada solusi baru untuk meningkatkan inklusi keuangan dalam negeri yaitu dengan inovasi financial technology (fintech). Sesuai namanya, fintech merupakan kolaborasi antara produk finansial dengan teknlogi internet di era digital.

Pada Tanggal 12 Oktober 2019, PT. KREDIT UTAMA FINTECH INDONESIA ( RupiahCepat http://www.rupiahcepat.co.id/ ), PT. INDO FINTECH DIGITAL (ModalUsaha https://modalusaha.id/ ), PT. DIGITRON SOLUSI INDONESIA (Asakita https://www.asakita.id/ ), PT. SOL MITRA FINTEC (Invoila https://invoila.co.id/ ), PT. NEWLINE FINTECH INDONESIA (ProsperiTree http://www.prosperitree.co.id/ ), PT. GRHA DANA BERSAMA (Avantee https://avantee.co.id/ ) dan PT. ABADI SEJAHTERA FINANSINDO (Singa Fintech https://www.singa.id/ ) yang tergabung dalam Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) mengadakan acara bertajuk “ Sosalisasi Perkembangan Fintech dan UMKM” di Hotel Insumo Kota Kediri, Jawa Timur. Acara yang dihadiri pelaku UMKM dari kota Kediri, Mojokerto, Ngawi, dan sekitarnya ini bertujuan agar pelaku UMKM di Kediri khususnya dan Jawa Timur pada umumnya dapat mengetahui perkembangan dunia Fintech Indonesia saat ini.

Seperti yang disampaikan Bapak Fransiskus V.J Sihombing selaku Business Development Manager PT. Sol Mitra Fintec (Invoila) pada acara tersebut, “dengan adanya sosialisasi seperti ini diharapkan pelaku UMKM Jawa Timur khususnya kota Kediri bisa mendapatkan layanan pendanaan yang mudah, aman dan cepat untuk kelancaran bisnisnya”.

Acara ini juga sebagai edukasi kepada pelaku UMKM agar dapat membedakan Fintech lega dan illegal “dan dengan ini juga bisa membedakan antara fintech legal dan illegal sebagai sumber permodalan, fintech legal sendiri sudah ada list situs resmi OJK” seperti yang disampaikan oleh Bapak Ir. Edwy Yunanto selaku CEO PT. KREDIT UTAMA FINTECH INDONESIA ( Rupiah Cepat).

Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan tahun ini, “Semoga inklusi keuangan di Jawa Timur bisa sesuai target yang di canangkan pemerintah, terlebih bulan Oktober ini adalah bulan Inklusi Keuangan 2019” tandas Bapak Hendro Gultom selaku Operational Manager PT. Newline Fintech Indonesia (Red)

loading...