PB, Lumajang — Polres Lumajang baru saja berhasil mengungkap kasus perampokan di Dusun Margomulyo Desa Kenongo Kec Gucialit Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan bahwa akibat perampokan yang dilakukan oleh karyawannya sendiri tersebut, Tiananto alias Tante Tiara (24) mengalami kerugian sebesar Rp 31 juta.

Lebih jauh Arsal mengatakan, dalam melakukan aksinya ke enam pelaku memiliki peran masing-masing.

“Johan Andri yang bertugas mengetuk pintu rumah dan memanggil korban. setelah pintu dibuka, selanjutnya  Izroil masuk kedalam rumah kemudian mengancam korban menggunakan pisau. Harjo mengikat korban agar tidak kabur ataupun melawan dan Ridi bertugas masuk dan mencari uang yang disimpan korban didalam kamarnya,” ujar Muhammad Arsal Sahban kepada NewsMetropol, Sabtu (19/10).

Sedangkan 2 orang lainnya kata Kapolres yakni Rohim dan Doni bertugas berjaga-jaga diluar agar tidak ada orang mencurigai aksi mereka.

“Kasus perampokan ini sangat terstruktur karena ada otak yang mengendalikan peran tiap-tiap pelaku. Otak dibalik perampokan ini sendiri adalah Ridi, Ridi bertugas membagi peran ke 5 tersangka lainnya dan membagikan uang setelah 5 hari kejadian perampokan tersebut,” ujarnya lagi.

Arsal menyebutkan bahwa sebagai dalang dari perampokan itu, Ridi mendapat uang 10 juta sedangkan 4 orang lainnya masing-masing mendapat 5 juta serta seorang lagi hanya kecipratan 1 juta rupiah.

“Pembagian ini sesuai peran serta masing-masing tersangka. Uang tersebut setelah dibagi rata, digunakan untuk membeli 2  sepeda motor, 1 Celana panjang, 2 buah jaket dan 3 ekor kambing,” beber Arsal.

Kapolres menambahkam bahwa dalam melancarkan aksinya, para tersangka menggunakan penutup muka sehingga korban sama sekali tidak mengenali mereka.

“Akibat perbuatan itu, mereka harus mendekam di jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan saya harap mereka bisa berubah begitu keluar dari penjara karena menurut keterangan korban mereka adalah karyawan yang baik,” jelas Arsal.

 

(Redaksi)

loading...