PB, Kendari —   Dua kelompok mahasiswa kembali berunjuk rasa di Kantor DPRD Sultra terkait kematian Randi dan Yusuf, Senin (28/10).

Dari pantauan jurnalis pembawaberita.com, kedua kelompok mahasiswa yang tidak datang bersamaan itu mengatasnamakan Kelompok Cipayung Plus Sultra.

Sedangkan kelompok yang kedua mengatasnamakan Ortonom Muhammadiyah Kendari bersama aliansi KAMMI dan IAIN Kendari.

Di hadapan wakil rakyat, kedua kelompok mahasiswa tersebut menyesalkan lambannya pengusutan kasus kematian Randi dan Yusuf.

Selain menuntut pengusutan tuntas kasus penembakan Randi dan Yusuf, Kelompok Cipayung Plus Sultra juga menyuarakan pencabutan kembali rekomendasi Idham Azis sebagai calon Kapolri karena dianggap telah gagal mengusut tuntas penembakan dua mahasiswa Randi dan Yusuf Qardawi, meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengevaluasi dan mencabut IUP pertambangan di Pulau-pulau kecil seperti di Pulau Wawonii, Pulau Kabaena dan Pulau Maniang serta Mendesak DPRD Sultra untuk menolak pinjaman sebesar 1,1 Triliun yang diusulkan oleh Gubernur Sultra.

(Syah)

loading...