PB, Lumajang — Kisah ini ditulis di grup Facebook ‘Sahabat MAS’ oleh sebuah akun yang mengaku bernama Zuke Aji Prasetia asal Kota Lamongan, Sabtu (2/11).

Ia menceritakan bahwa dirinya dulu juga pernah ditipu oleh perusahaan Q-Net, namun sekarang telah berhasil keluar dari perusahaan tersebut lantaran sering berdebat dengan sang orang tua.

Dirinya menuliskan, ia dulu tergiur masuk dalam kedalam bisnis tersebut karena janji manis akan digaji perbulan sebesar 3 juta rupiah dan bekerja sebagai admin.

Namun setelah dirinya ikut presentasi, ia malah diwajibkan untuk membayar biaya masuk sebesar 11 juta rupiah.

Selain itu ia juga diwajibkan untuk merekrut anggota baru.

Dirinya mengaku mulai curiga bahwa perusahaan tersebut adalah bisnis tipu-tipu lantaran saat ia berhasil merekrut 1 orang, dirinya tak diizinkan untuk ikut dalam serah terima uang pendaftaran anggota baru.

Bahkan iming-iming akan mendapatkan uang 500 ribu rupiah setiap kali berhasil merekrut satu anggota baru meskipun akhirnya tidak pernah mendapatkan bonus tersebut.

Setelah kejadian tersebut, dirinya pun berusaha keluar dari Q-Net.

Namun usahanya keluar dari penampungan Q-Net tidak semulus yang dibayangkan.

Dirinya mengaku selalu diawasi setiap gerak-geriknya oleh para leader.

Dirinya juga dilarang oleh para senior untuk menjenguk orang tuanya di rumah yang sedang sakit.

Hingga pada suatu ketika, dirinya berhasil kabur ke Jakarta untuk mencari pekerjaan baru di Ibukota.

Dirinya juga menerangkan, ia sempat ingin datang ke kantor Q-Net yang berada di Jakarta setelah mendengar kabar bahwa kantor tersebut disegel oleh Tim Cobra Polres Lumajang.

Dirinya ingin menceritakan pengalaman nya tersebut ke AKP Hasran Cobra sekaligus Katim Cobra,  yang memimpin penyegelan kantor Q-NET tersebut.

Namun usahanya untuk menemui Katim Cobra tersebut terhalang oleh beberapa oknum yang menghadangnya.

Di akhir tulisan tersebut, ia berharap agar Tim Cobra Polres Lumajang dapat sesegera mungkin menuntaskan kasus Q-Net yang telah banyak merugikan masyarakat khususnya para remaja yang kesulitan untuk mencari pekerjaan dan malah terjerumus kedalam jebakan Q-Net.

Dirinya juga mengatakan sangat berterima kasih karena telah diperbolehkan untuk sharing dan menuliskan kisah kelam masa lalunya tersebut di grup Facebook ‘Sahabat MAS’ semasa masih berkecimpung dengan Q-Net.

Menyikapi informasi itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban berharap agar para korban yang lain juga ikut bersuara dan tak takut dengan intimidasi dari oknum Q-Net.

“Negara kita adalah negara hukum. Saya berharap agar masyarakat Indonesia khususnya para korban dari Q-Net tak takut apalagi gengsi untuk menyuarakan kisahnya bahwa pernah tertipu oleh perusahaan Q-Net. Meskipun ada intimidasi dari oknum Q-Net, saya yakin jika kita bergerak bersama-sama maka mereka pasti akan ketakutan. saya berjanji akan mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya. Hukum harus kita tegakkan, walau langit akan runtuh,” tegas Doktor jebolan Universitas Padjajaran tersebut.

 

(Redaksi)

 

loading...