PB, Lumajang -Tim Cobra Polres Lumajang kembali menetapkan 2 tersangka baru dalam kasus Q-Net.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, dengan bertambahnya 2 tersangka baru tersebut kini total jumlah tersangka menjadi 14 orang.

“Ke 14 orang tersebut berasal dari 3 perusahaan yang berbeda namun dalam satu sindikat white collar crime yang menjalankan bisnis Q-Net dengan berbagi peran,” ujar Kapolres kepada Wartawan, Selasa (5/11).

Arsal menyebutkan dari ke 14 orang itu, 5 orang diantaranya berasal dari PT QN International Indonesia, 8 orang berasal dari PT Amoeba Internasional dan 1 orang dari PT Wira Muda Mandiri.

Kapolres Lumajang juga menegaskan Tim Cobra akan menyidik pihak-pihak yang bermain dalam penipuan investasi yang dijalankan oleh perusahaan QNet.

“Kami akan menyidik kasus ini sampai ke akar-akarnya. saya tidak segan-segan menyidik pihak-pihak yang bermain dalam penipuan investasi dengan skema piramida yang dijalankan oleh perusahaan Q-Net. Termasuk pihak-pihak yang memberikan izin tapi sebenarnya dia tahu kalau perusahaan ini menjalankan bisnis yang melanggar aturan per undang-undangan di Indonesia,” ungkap pria kelahiran Enrekang ini.

Dia menuturkan bahwa kini pihaknya telah menahan satu dari empat belas orang yang menjadi tersangka.

“Ia adalah Mohamad Karyadi selaku Direktur PT Amoeba. Dari ke empat belas orang tersebut terdapat satu orang warga negara asing yakni dari Malaysia. Ia adalah Stevenson Charles selaku Direktur Utama PT QN International Indonesia. Saya berharap kepada ke tiga belas orang yang belum kami tangkap, agar segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat atau ke Mapolres Lumajang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tersebut.

Dia membeberkan ke 14 orang tersangka yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut ; Direktur PT Amoeba Gita Hartanto alias Tobing (49), Direktur PT Amoeba Tri Hartono (49), Direktur PT Amoeba, Deni Hartoyo (39), Direktur PT Amoeba, Muh Ansori (49), Direktur PT Amoeba, Ahmad Junaidi (44), Direktur PT Amoeba, Kristian Ali Nafa (38), Direktur PT Amoeba, Edhy Yusuf (47), Direktur PT Amoeba Mohamad Karyadi (48).

Selanjutnya kata dia, 1 tersangka yang merupakan Direksi PT Wira Muda Mandiri, Suyanto (40).

Sedangkan 5 tersangka lainnya tambahnya berasal dari PT QN Internasional Investama Indonesia yakni Direktur Utama QNII, Stevenson Charles, Komisaris merangkap Manager Operasional PT QNII Ganang Rindarko (52), Direktur PT QNII, Tommy alias Santokh alias Singh Bail (60), Direktur PT QNII, Ina Herawati Rachman (43) dan Direktur PT QN International Indonesia, Hendra Nilam (65).

“Satu dari lima tersangka ini yakni Stevenson Charles merupakan warga negara Malaysia,” jelas Arsal.

(Redaksi)

loading...