PB, Lumajang — Pemanggilan terhadap APLI untuk diminta keterangannya sebagai saksi fakta bukan sebagai ahli oleh penyidik tim cobra Polres Lumajang.

Direncanakan pimpinan APLI harus hadir di Polres Lumajang, Jum’at besok (8/11).

Tujuan pemanggilan untuk meminta keterangan kepada APLI terkait proses verifikasi dalam meloloskan perusahaan Q-Net (PT QN International Indonesia) sehingga dapat beroperasi sebagai perusahaan Penjualan Langsung di Indonesia.

Selain itu penyidik juga ingin mendalami pembinaan dan pengawasan yang dilakukan terhadap perusahaan Qnet.

Karena diketahui, perusahaan ini sudah berjalan 21 th di indonesia dan selalu berganti baju pada saat mendapat masalah.

Mulai dari Gold Quest lalu bermasalah berubah menjadi Quest Net dan bermasalah kembali, kemudian berubah baju menjadi Q-Net.

Di negara lain seperti di India, Q-Net juga ramai diperbincangkan sebagai perusahaan money game.

Hal ini juga akan ditanyakan kepada APLI, apakah mengetahui persoalan ini apa tidak?!. Karena bisa saja verifikasi yang salah prosedur sehingga berimbas kepada korban masyarakat kecil.

Banyak masyarakat kecil terlilit hutang akibat doktrin UGD (Utang Gadeng Dol) yang selalu diajarkan oleh Perusahaan Amoeba yang merupakan Mitra PT QN International Indonesia (pemilik brand Q-Net).

Penyidik telah berulang kali menyampaikan pada APLI dimana banyaknya pelanggaran kode etik dan tindak pidana yang dilakukan perusahaan Q-Net (PT QN International Indonesia).

APLI adalah Asosiasi Penjualan Langsung di Indonesia yang bertugas melakukan verifikasi kepada perusahaan yang ingin melakukan perdagangan/penjualan langsung.

Selain itu APLI memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan dan pembinaan kepada anggotanya supaya tidak disusupi perusahaan money games.

Menyikapi hal itu, Kapolres Lumajang AKBO Muhammad Arsal Sahban mengungkapkan penyidik memerlukan klarifikasi langsung dari APLI terkait lolosnya perusahaan Q-Net mengingat banyak pelanggaran kode etik dan tindak pidana yang dilakukan Q-Net.

“Serta track record perusahaan Q-Net yang juga bermasalah di luar negeri. Di India ramai masyarakat berdemo ke perusahaan Q-Net yang mereka anggap sebagai perusahaan scam atau money games. Terlalu banyak jejak pelanggaran yang ditinggalkan Q-Net namun mengapa APLI tidak menciumnya sama sekali malah dapat beroperasi sebagai perusahaan penjualan langsung di Indonesia. Semua ini hanya pihak APLI yang dapat menjawabnya,” ungkap Arsal, Kamis (7/11).

Arsal berharap pihak APLI mau datang memenuhi panggilan pihaknya sehingga kejahatan money game di Indonesia hilang.

“Kami harap pihak APLI mau datang dengan tujuan untuk sama-sama memberangus kejahatan money games di Indonesia. Jangan lagi ada perusahaan serupa beroperasi di Indonesia, apalagi sampai berjalan 21 tahun Di Indonesia. yang pasti, siapapun yang terlibat dalam penipuan investasi ini, akan berhadapan dengan hukum. Hukum harus kita tegakkan bersama,” tegas Arsal.

 

(Red)

loading...