JAWA TIMUR – Walaupun masih banyak rumah sakit yang mendapatkan stigma buruk dari masyarakat, dalam soal pelayanan dan sikap serta aturan yang masih kaku, apalagi jika pasien yang menggunakan kartu sehat ataupun BPJS Kesehatan sering dianggap sebagai warga kelas dua. Karena banyaknya hutang dari BPJS yang kabarnya sudah mencapai trilyunan rupiah. Apalagi pasien yang sudah terang-terangan  mengatakan soal pembayaran yang tidak bisa mereka penuhi. Persoalan tersebut kita temukan dalam postingan di sosial media yang kemudian menjadi viral. Dan tentu saja kesalahan tersebut ditimpakan kepihak Rumah Sakit.

Rupanya keresahan tersebut sedikit terobati dengan dipilihnya Rumah Sakit Umum Daerah, dr. Iskak milik Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

RSUD dr. Iskak “menyelamatkan” reputasi RS di Indonesia, terumata RSUD milik Pemerintah daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

RSUD dr. Iskak terpilih sebagai Rumah Sakit di dunia yang memberikan pelayanan terbaik kepada publik (Corporate Social Responsibility).

Penghargaan ini diberikan oleh sebuah lembaga Internasional bernama International Hospital Federation (IHF), untuk kategori. “IHF/Bionexo Excellence Award for Corporate Social and Responsibility”. Dalam sebuah Forum International Hospital Federation Congress and Award, yang ke-43. Acara ini selenggarakan di Muscat, Oman, Jum’at (8/11) waktu setempat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur RSUD dr. Iskak, Tulungagung, didampingi dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, FINACS, M.Kes, yang diundang secara khusus untuk menerima penghargaan yang membanggakan di tengah masih banyaknya RSUD di daerah lainnya, dalam hal pelayanan publik masih terkesan pilah-pilah, bahkan ada pasien yang merasa terusir hanya karena persoalan pembayaran yang belum diselesaikan, hingga akhirnya terusir, sementara si pasien masih perlu perawatan secara maksimal.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terlihat senang, bahkan gubernur menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur kepada pihak rumah sakit yang memebrikan kebanggaan yang di raih seluruh pengelola RSUD  dr. Iskak.

“Selamat kepada RSUD dr Iskak Tulungagung, prestasi ini sangat membanggakan dan membawa nama baik Jatim tapi juga Indonesia di tingkat dunia. Sekali lagi selamat, Jawa Timur berbahagia dan bangga. Semangat dan sukses Tulungagung,” katanya di Surabaya, Selasa (12/11).

Khofifah berharap agar RSUD lainnya juga bisa ikut dan menjadikan RSUD dr. Iskak sebagai contoh dalam hal pelayanan publik. Agar nantinya akan banyak lagi Rumah Sakit lainnya bisa disorot oleh organisasi Rumah Sakit tingkat Internasional.

“Penghargaan ini harus menjadi motivasi bagi rumah sakit lainnya di Jatim. Terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan yang membanggakan ini diraih berkat, pihak RSUD tidak henti-hentinya melakukan inovasi, hingga akhirnya diterapkannya konsep, ‘

Berkat konsep tersebut, pihak manajemen rumah sakit berhasil menemukan solusi untuk manajemen pada Jaminan Kesehatan Nasional, dengan karakter biaya rumah sakit yang lebih murah, namun tetap mendapatkan pelayanan yang berkualitas tinggi.

Kemudian konsep ini dipadukan dengan PSC, yang merupakan sebuah bagian yang menjadi pusat keselamatan, Keamanan dan Kenyamanan terpadu, dengan mengakses langsung nomor telepon atau Call Center, 119 atau ke 0355 – 320119.

Konsep ini kemudian dipadukan dengan PSC yang merupakan pusat keselamatan, keamanan dan kenyamanan terpadu dengan layanan call center di 119 atau 0355-320119.

Sebelum dinobatkan sebagai pemenang, Konsep ini sudah tentu diuji terlebih dahulu, bahkan konsep dengan nama ‘Perpaduan New Concept Management Hospital dengan program PSC’ menjadikan RSUD dr. Iskak Tulungagung menjadi salah satu rumah sakit pilihan masyarakat dengan index kepuasan masyarakat 83,05 pada 2018.

Selain itu, pada tahun 2018 lalu, SUD dr Iskak mencatatkan diri sebagai rumah sakit pemerintah paling mandiri di Indonesia dengan cost recovery rate, yang bisa mencapai hingga 87 persen.

(jj, sumber wp.net)

Hms)

loading...