PB, Lumajang — Mursam (64) warga Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang dibunuh orang tak dikenal pada Sabtu lalu (16/11).

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, korban dibunuh karena diisukan sebagai dukun santet.

Kata dia, sebagian besar warga Desa Kalidilem meyakini Marsam memiliki ilmu hitam karena beberapa tahun yang lalu beberapa warga meninggal karena korban menginap di rumahnya.

“Tapi seharusnya kita tak boleh menghakimi orang lain sebagai dukun santet, apalagi tak ada fakta yang konkret yang mengatakan dia adalah dukun santet. Disamping itu saat ini peradaban sudah sangat maju serta modern. Sudah sepatutnya pola pikir masyarakat juga ikut berkembang dan harus sesuai dengan logika,” ujar Arsal, Senin (18/11).

Dia menegaskan bahwa kasus ini menjadi tanggung jawab pihaknya untuk mengungkapnya.

“Pelaku pembunuhan akan kami cari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. kita tidak boleh main hakim sendiri, apalagi sampai menuduh ssbagai dukun santet,” terang pria yang menghabiskan masa kecilnya di Kalosi, Enrekang, Sulawesi Selatan ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan saat ditemukan adanya beberapa luka di tubuh korban.

“Dari olah TKP yang kami lakukan, ditemukan adanya dua luka yang ada di tubuh korban. Keduanya adalah luka potong pada leher sebelah kiri serta luka potong pada pundak sebelah kiri,” sebut pria yang juga merupakan Katim Cobra Polres Lumajang tersebut.

Untuk diketahui isu dukun santet disematkan kepada korban bermula dari 4 tahun yang lalu saat Mursam tinggal di rumah H. Ismail.

Tak berselang lama tinggal di rumah H. Ismail, H. Ismail meninggal dunia sehingga keluargapun mengusir Mursam.

Diusir dari rumah H. Ismail, Mursam sempat tidur di gubuk penarikan amal, sebelumnya akhirnya menumpang di rumah H. Husen di Desa Kalidilem kurang lebih 6 bulan.

Namun belum lama tinggal di Rumah H. Husen, tiba-tiba H. Husen meninggal dunia.

Setelah 40 hari kematian H. Husen, Mursam pun meninggalkan Desa Kalidilem.

Setelah diusir oleh warga Desa Kalidilem kurang lebih selama 4 tahun, iapun kembali ke desa tersebut lantaran ada kerabatnya yang meninggal.

Setelah mengikuti tahlilan di malam hari, korban cangkrukan (begadang) dengan beberapa warga.

Saat begadang tersebut dirinya pamit kebelakang untuk ke kamar mandi. Namun kejadian janggalpun mulai terjadi, dimana ia tak kembali lagi ke tempat tersebut.

Benar saja, sekira pukul 22.45 WIB, Mursam ditemukan meninggal dunia di tengah jalan desa dekat tempat tahlilan kerabatnya tersebut dengan luka akibat senjata tajam di leher dan pundak.

Tak berselang lama, Tim Cobra Polres Lumajang pun datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

 

(Redaksi)

loading...