PB, Lumajang — Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban memimpin olah TKP pembunuhan terhadap Mursam (64 ).

Motif pembunuhan menurut para warga sekitar karena Mursam diduga seorang dukun santet yang sangat meresahkan warga.

Musran terbunuh dengan luka bacok pada leher kiri dan punggungnya yang membuatnya tewas.

Kepala Desa Kalidilem, Abdullah menjelaskan sejak dulu Mursam sudah diduga sebagai penganut ilmu Hitam oleh warga sekitar.

“Pak Mursam pada 2006 pernah di sumpah pocong karena diduga sebagai dukun santet oleh warga sekitar. Isu ini sudah tenggelam namun muncul kembali pada 2014 dan dilakukan kembali pengambilan sumpah pocong. Ketika akan dilangsungkan sumpah tersebut, warga mulai ragu dan tidak jadi melaksanakan pengambilan sumpah tersebut,” ujar Abdullah.

Sementara itu Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menduga motif pembunuhan terhadap Mursam karena adanya isu sebagai dukun santet.

“Ada beberapa peristiwa kematian warga yang dikaitkan dengan keberadaan korban pada saat itu. Tapi hal ini tentu tidak dapat dibuktikan kebenarannya,” ujarnya.

Menurut dia, isu dukun santet seringkali muncul karena ketidaksenangan kepada seseorang.

“Namun kita tidak boleh main hakim sendiri. Pelaku pembunuhan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penyidik Tim Cobra Polres Lumajang akan mencari pelakunya,” ujarnya lagi.

Dia juga menduga bahwa Mursam dihabisi dengan menggunakan clurit.

“Melihat dari luka bacoknya, dugaan kami korban di bacok menggunakan clurit. Perlukaan yang lebar dan cukup dalam di area leher dan punggung mengindikasikan kalau korban di bacok dari arah belakang menggunakan clurit,” terang pria yang menghabiskan masa kecilnya di Kalosi – Enrekang, Sulawesi Selatan ini.

Perlu diketahui Mursam ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (16/11) sekira pukul 22.45 WIB dalam keadaan terdapat luka bacok di leher dan punggungnya.

Dalam Olah TKP ini terdapat 7 posisi letak korban dan letak perlukaan korban yang diambil oleh Tim Cobra Polres Lumajang.

 

(Redaksi)

loading...