PB,  Lumajang — Ganang Rindarko (53) yang merupakan Komisaris sekaligus merangkap sebagai Manajer Operasional PT QN International Indonesia ternyata pernah tersandung kasus Tindak Pidana Pencucian Uang pada tahun 2008.

Bersama dua orang kawannya, ia berhasil menipu nasabahnya hingga 1,4 triliun Rupiah.

Saat itu GR yang menjabat sebagai Direktur Keuangan BBM pada PT Wahana Bersama Globalindo (WBG).

PT WBG sempat berjalan melakukan penipuan selama 10 tahun di Indonesia.

Ganang akhirnya divonis oleh hakim selama 11 tahun penjara karena terbukti melakukan Penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Namun dari situlah cikal bakal bergabungnya Ganang Rindarko dengan perusahaan Q-Net di Indonesia, dimana di Rutan Polda Metro Jaya dirinya bertemu dengan Dato Sri Vijay Eswaran yang merupakan Executive Chairman Q-Net Limited yang berkedudukan di Hongkong.

Walau sebenarnya Q-Net hanyalah anak usaha dari Qi Group yang dijalankan dari Malaysia.

Dato Sri Vijay Eswaran pernah ditangkap oleh pihak Kepolisian Indonesia berdasarkan red notice dari pemerintah Filipina.

Pertemuan tersebutlah yang membuat mereka akrab dan akhirnya setelah keluar dari tahanan, Ganang bergabung dengan Q-Net Indonesia.

Diketahui Ganang juga sebagai sentral operasional jalannya Q-Net di Indonesia karena walaupun posisinya sebagai komisaris, tapi Ganang Rindarko lah yang menjalankan operasional PT. QNII.

Menyikapi fakta itu Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menyataykan bahwa dari penelusuran jejak digital dapat ditemukan nama Ganang Rindarko sebagai residivis Tindak Pidana Pencucian Uang, tindak pidana perbankan, penipuan, dan penggelapan.

“Pada saat itu Ganang dan beberapa kawannya membentuk perusahaan WBG
yang menghimpun dana dari masyarakat,” ujar Arsal.

Lanjutnya, Ganang bersama 2 rekannya diseret ke meja hijau karena dianggap menipu nasabahnya.

Kata dai, WBG yang didirikan sejak tahun 1997 ternyata melakukan usaha penghimpunan dana dari masyarakat dengan 2 model produk investasi yang menggiurkan.

Pada tahun 2007 WBG telah memiliki nasabah sekitar 4000 nasabah dari berbagai kalangan seperti artis, politisi bahkan dari pengacara kondang sehingga dalam 10 tahun aksinya WBG meraup dana sampai Rp 1,4 Trilliun.

Dia menuturkan WBG dalam memasarkan produknya memberikan bunga sampai 2 % per bulan dalam mata uang dollar. mereka mengatakan bekerjasama dengan perusahaan Dressel Limited di luar negeri untuk mengelola uang yang ditanamkan investor.

“Jadi ternyata pak Ganang tidak asing lagi bekerja dalam bidang penipuan investasi. Bapak Ganang ternyata sudah sangat lihai memanipulasi sistem hukum yang ada di Indonesia sehingga mampu bertahan puluhan tahun tanpa mudah tercium oleh aparat hukum,” jelas pria yang menghabiskan masa kecilnya di Kalosi Enrekang, Sulawesi Selatan ini.

 

(Redaksi)

loading...