PB, Surabaya – Praktik prostitusi berkedok karaoke keluarga berhasil diungkap jajaran Ditreskrimum Polda Jawa Timur dengan menggerebek tempat karaoke D’ Berry yang beralamat di Jalan Banyu Urip Surabaya.

Dari hasil penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan belasan pemandu lagu (LC) dan menetapkan seorang muncikari atau mami berinisial D sebagai tersangka.

Dalam keterangan rilisnya, Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan bahwa dalam praktik prostitusi nya, Mami berinisial D ini mematok tarif mulai Rp 500 ribu hingga Rp1,5 juta untuk kencan dengan anak buah yang ditawarkannya.

“Dalam sekali kencan dibayar Rp500 sampai Rp1,5 juta, dan mami ini memperoleh Rp300 ribu dari setiap transaksi. Adapun modusnya, mami ini mencarikan LC pelanggan dan dari situ dilakukan transaksi,” kata Pitra.

Pitra juga menambahkan bahwa aksi prostitusi tersebut dilakukan di dalam ruangan (room) karaoke D’Berry, meskipun karaoke tersebut berkedok sebagai karaoke keluarga.

Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan pelaku berikut dengan barang bukti pakaian dalam.

“Kita kembangkan dan dari keterangan yang didapat, mami dengan inisial D ini menjalankan aksinya sendiri dan kegiatan prostitusinya dilakukan di gedung karaoke tersebut,” tambahnya.

Saat ini polisi menetapkan satu tersangka mami berinisial D dan rencananya polisi juga akan memanggil pemilik karaoke untuk dimintai keterangan terkait dugaan adanya kesengajaan mengubah tempat hiburan menjadi prostitusi.

Untuk tersangka dijerat dengan pasal 296 KUHP dan 506 KUHP tentang tindak pidana mencari keuntungan dari pelacuran perempuan.

“Sekarang tersangka ini kita kenakan dua pasal dengan ancaman satu sampai 1,5 tahun, tapi ditahan karena pasal khusus,” pungkas Pitra.

(sumb ; wpnet)

loading...