PB, JAKARTA – Keriuhan para pengunjung sebuah kafe yang berada di sebuah perempatan jalan dikawasan perumahan elit di wilayah Melawai, tepatnya di jalan Panglima Polim III, Melawai, Jakarta Selatan rupanya dianggap cukup mengganggu.

Pasalnya para pengunjung yang datang ternyata hanya bermaksud untuk nongkrong di pinggir jalan yang memang disediakan meja dan tempat duduk, dan dengan hanya dibatasi oleh beberapa buah pot bunga berukuran besar, dengan jalanan, kafe bernama BeerBro ini tidak perduli jika lokasi yang diapkai untuk menjual minuman keras untuk tamunya, berada di kawasan yang banyak dihuni oleh para pejabat, bahkan di wilayah tersebut, selain mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tinggal di wilayah tersebut, ada juga beberapa rumah pejabat lainnya.

“Iya pak disini memang banyak (rumah) dihuni oleh pejabat negara, termasuk pak Jusuf Kalla, makanya kami mencoba untuk menegur pihak BeerBro agar segera menghentikan penjualan minuman keras kepada pengunjungnya.” ujar Acel salah satu anggota dari Kewaspadaan Lingkungan Dini Masyarakat (KLDM), yang dibentuk oleh pihak pemerintah bekerjasama dengan warga setempat, bersama juga dengan pihak keamanan.

Menurut Lurah Melawai, Hajjah Chenris, dirinya sebenarnya juga tidak menyetujui tempat penjualan minuman keras justru berada di sekitar lingkungan perumahan, karena menurutnya, lokasi yang saat ini masih diberikan ijin untuk melakukan penjualan minuman keras di dalam wilayah Blok M.

“Silahkan untuk membuat kafe atau sejenisnya dan menjual minuman keras di dalam lokasi Blok M, karena disana juga ada beberapa kafe dan sejenisnya yang menjual minuman keras yang memang khusus diperuntukkan bagi para ekspatriat,” ujarnya.

Chenris sendiri akan mulai menertibkan beberapa kafe atau sejenisnya yang menjual minuman keras diluar lokasi yang sudah disepakati bersama, apalagi soal ijin sudah tidak sesuai dengan, maka akan diberikan tindakan tegas.

“Saya dengar justru banyak anak muda yang suka nongkrong disitu (BeerBro), makanya saya setuju jika dihentikan dulu, karena miras itu mudah menyulut masalah, apalagi mereka menjualnya di wilayah kompleks,” pungkasnya.

loading...