PB, JAKARTA – “Perseteruan” diantara para netizen soal konflik di Perairan Natuna, soal keberadaan dan klaim pihak negara China soal batas wilayah laut di Natuna yang masuk masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah milik mereka.

Sebagian lainnya merasa jika pihak TNI khususnya TNI Angkatan Laut harus segera memberikan tindakan tegas kepada kapal – kapal milik China yang berlayar untuk menjaga kapal nelayan milik China untuk mengambil ikan di wilayah yang masih masuk dalam ZEE Indonesia.

Bahkan tidak sedikit yang memuji dan mendukung dengan membandingkan antara mantan menteri Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyindir sikap Menhan Prabowo yang menyebut China adalah negara sahabat, bahkan yang lebih dianggap “parah” Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang dianggap “lembek dan menjilat” karena meminta agar kasus yang dianggap adalah persoalan martabat bangsa, justru dianggap LBP hal biasa dan mempersilahkan nelayan China untuk mengambil ikan di wilayah Natuna.

Namun netizen yang merasa jika dilaksanakannya pertempuran maka akan menjadikan Indonesia sebagai bulan-bulanan tentara China yang dianggap memiliki ketersedian senjata yang lebih lengkap dan lebih maju dibandingkan milik Indonesia.

Hal ini tercermin dari berita yang pernah dimuat di salah satu media online Tribunnews, ketika menceritakan bagaimana kisah peluru tidak milik TNI AL yang sedang dipamerkan dan di uji coba di latihan perang TNI AL, Armada Jaya XXXIV 2016 di Perairan Banongan, Situbondo, Jatim.

Dimana ketika Presiden Joko Widodo selaku panglima tertinggi TNI memberikan aba-aba untuk melakukan peluncuran rudal yang ternyata dibeli di China dengan nama C750 dan C805 yang dilakukan masing-masing dari beli dengan harga Rp. 20 milyar.

Dari keterangan TNI AL, jika rudal yang akan ditembakkan dari 3 buah KRI  masing-masing adalah KRI Celurit 641, lalu menyusul KRI Kunjang 642, dan yang terakhir KRI Layang 635 yang membawa rudal C805.

Dan ketika Jokowi memberikan komando untuk melakukan penembakan, ternyata rudal yang ditembakkan justru mengalami masalah, karena rudal milik China tersebut, terlambat 5 menit setelah ditembakkan.

Bahkan Jokowi sempat “nyengir” ketika tahu bahwa rudal yang ditembakkan terlambat meledak dari waktu yang ditentukan.

Hal inilah yang dianggap sebagai salah satu “kesalahan” fatal jika sampai dengan dipaksakan terjadi perang antara China dan Indonesia, bahkan tidak sedikit warga netizen mengejek, jika mau perang sebaiknya bayar utang dulu ke China.

loading...