PB, JAKARTA – Rumitnya KPK dalam menyelidiki kasus suap terhadap Komisioner KPU RI, membuat mantan Ketua KPK era 2011-2015 Abraham Samad ikut meradang, karena menurutnya, waktu seminggu yang diberikan oleh KPK sebelum menggeledah kantor PDIP adalah sebuah catatan sejarah yang di buat oleh KPK.

Abraham tidak bisa menahan “kegeramannya” melihat KPK seperti sudah kebiri dan bisa di setri oleh pelaku korupsi. karen menurutnya baru terjadi penggeledahan harus dibiarkan selama berhari-hari pasca OTT. Sepetrti yang ditelusuri media ini, jika pada kepemimpinan Abraham Samad, pasca OTT memang langsung dilakukan penggeledahan dan biasanya palking lambat sehari setelahnya. Berikut hasil postingan yang berhasil diambil oleh media ini melalui akun sosial media milik Abraham Samad.

Pertama kali dalam sejarah, penggeledahan berhari2 pasca OTT 👇 tulis akun @AbrSamad yang dari penelusuran redaksi media ini adalah benar akun reesmi milik Abraham Samad sesuai dengan biodata yang tertulis jika akun tersebut adalah akun resmi milik Mantan Ketua KPK RI 2011-2015. Dan dari keterangan akun, jika tweet pribadi dari Abraham Samad ditandai dengan kata “ABAM”.

Usai postingan diawali oleh admin akun tersebut, kini dilanjutkan oleh Abraham Samad sendiri, “Tujuan penggeledahan itu agar menemukan bukti hukum secepat2nya. Itulah mengapa sebelum ini, OTT dan geledah itu selalu barengan waktunya. *ABAM.”

OTT yg tdk disertai penggeledahan pada waktunya, tdk saja menyimpang dari SOP, tp membuka peluang hilangnya barang bukti, petunjuk, dan alat bukti lain. Ini sama dgn memberi waktu pelaku kejahatan buat hilangkan jejak. *ABAM.”

Dalam doktrin hukum, di negara manapun, kuasa politik tdk boleh lebih tinggi dari kuasa hukum. Kuasa hukum harus diatas kuasa politik. Kuasa hukum yg bertumpu pd daulat rakyat, bkn daulat raja. *ABAM.

 

loading...