PB, JAKARTA – KAsus yang menimpa Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan ternyata semakin menjauhkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang dipercayakan untuk menyelenggarakan pemilu di INdonesia.

Kasus Wahyu, bagi netizen dianggap sebagai gunung es yang akhirnya mulai mencair dan semakin lama akan terkikis habis hingga akan menelanjangi perilaku para anggota Komisioner KPU lainnya. Bagi Netizen mereka yakin jika hal suap menyuap di lembaga ini, sudah menjadi rahasia umum. Walaupun beberapa komisioner KPU mencoba untuk, membela anggota lainnya jika apa yang dilakukan oleh Wahyu karena kepentingan pribadi.

Seperti yang coba dilakukan oleh Pramono U Tanthowi, salah satu anggota KPU RI, melalui akunnya, @PramonoUtan yang memposting pembelaan anggota lainnya dan juga termasuk lembaga yang saat ini disadari oleh Pramono sedang berada pada kondisi kehilangan kredibilitas di mata rakyat Indonesia.

Ini perbuatan yg sungguh mencoreng kredibilitas @KPU_ID. Dan tugas berat bagi kami utk mengembalikan kepercayaan publik. Ini sulit. Tapi harus diupayakan sungguh2. Kami siap bekerja sama dg @KPK_RI utk tuntaskan kasus ini. Kami akan berikan dokumen dan keterangan yg dibutuhkan.” tulis Pramono, menanggapi pemberitaan yang berjudul, “Wakil Ketua KPK Lili Pintauli menyesalkan komisioner KPU terlibat dalam kasus suap.” yang dimuat di media online Republika.

Namun permintaan “maaf” dari Purnomo yang tidak diucapkan langsung kepada netizen, dianggap hanyalah sebuah “omong kosong” karena menurut netizen, keputusan yang dilakukan di KPU RI adalah keputusan kolektif kolegial, karenanya netizen tidak begitu saja percaya jika Wahyu melakukannya atas keputusan pribadi.

“Ingat! Kolektif kolegial. Ga ada keputusan yg bisa diambil 1 org, jd ga mungkin hanya wahyu yg disuap, sebab ga ada gunanya. Karena itu, kl ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat, kalian semua harus mundur serentak. Bisa? Berani? Pasti ngga mau. Sayang duitnya… ya kan?” tulis akun @miqbalnov. Berikut hasil postingan netizen yang dimuat di media ini.

Kami tau kalian bekerja kolektif…. Sehingga kami paham kok kondisinya…” @hendra0201

Mulai skrng dan seterusnya kami tidak akan..milih memilih.kami akan golput selamanya.sudah tidak ada kepercayaan lg sangat menyakitkan hati kami.suara kami di bikin bancakan oleh kalian..” @handiayahebromo.

Kepercayaan apa yg ingin kalian kembalikan ??? Dana puluhan trilyun dapatnya ZONK ( KARDUS ) Situngmu dah rampung belum ? Salah input Banyaknya petugas yg meninggal Banyaknya vidio yg menunjukkan permainan Laknat Allah akan menimpa siapa sj yg terlibat.” @NurulAi14459911.

Semoga ada kesadaran moral bagi kalian untuk mengundurkan diri secara kolektif dan bersama – sama sebagai tanggung jawab moral, kalian seharusnya menjadi pilar yang penjaga serta pengawal demokrasi supaya tetap berada di rel yang benar.” @Taharuddin_id

Kalian tak akan pernah dipercaya lgi oleh rakyat..krn dr awal kalian emang penipu..contoh pemilu presiden..situng blm selesai tau tau uda di umumkan tengah malam pemenangnya..kan bangsat kalian semua anggota KPU…5 tahun lgi rakyat menderita di buat jokowi..paham anda.” @jambuai

Jika anda benar-benar merasa tercoreng, sebaiknya seluruh komisioner KPU mengundurkan diri.” @YasriYurdi

UNTUK APA mereka SEMUA INI melakukan KERJA KERAS SEPERTI INI di Lapangan dengan Gaji tak seberapa, sementara yang duduk dudui di KANTOR asik main HP Dan lakukan deal deal curang sesudahnya? Nda kebayang berapa banyak yg mengutuk kalian KPU.” @zarazettirazr

Dr awal pembentukan komisiomernya jg sdh ga percaya sama sekali.sekarang ALLAH SWT TELAH MEMBUKA SEMUA NYA. INGAT 700 PETUGAS KPPS YG MENINGGAL KEMAREN..GMN YA PERTANGGUNG JAWABANNYA...” @Donny_1990

Nasi sudah jadi bubur gak perlu lagi retorika memoles citra KPU. Kalau mau konsekuen profesionalisme pimpinan KPU ketuanya harus mundur. Demi moralitas semangat bangsa membangun demokrasi seutuhnya. Mengatakan mencoreng lembaga salah. Itu tanggung jawab level direktorial.” @Makmur13745478

loading...