PB, MALUKU – Sejak disahkannya wilayah Seram Bagian Timur (SBT) menjadi sebuah daerah otonom setingkat Kabupaten, namun persoalan yang melanda wilayah tersebut ternyata tidak juga menjadi maju, bahkan terkesan “jalan ditempat”.

Hal ini dibuktikan dengan kondisi sosial usai pembentukan beberapa kecamatan baru di wilayah Kabupaten SBT, tidak merata, dan salah satunya adalah Kecamatan Kelimury.

“Kelimury adalah salah satu kecamatan yang terbilang cukup ramai dan menjadi salah satu kecamatan “andalan” bagi para calon bupati untuk meraup suara di pilkada, tapi ironisnya justru menjadi kecamatan yang sama sekali tidak mendapatkan perhatian,” ujar Emit Isanekon, salah satu warga Kecamatan Kelimury.

Dari keterangan Emit kepada media ini, sejak menjadi kampung dan masih pada jaman kerajaan, hingga menjadi kecamatan belum pernah sekalipun warganya merasakan yang namanya listrik, bahkan yang mereka dapatkan hanyalah “janji surga” dari para pelaku politik yang membutuhkan suara mereka untuk mendapatkan jabatan.

“Mereka cuma janji baik itu bupati, anggota legislatif sampai Gubernur sebelumnya, tapi kenyataannya tetap saja gelap, tetap saja akses jalan kendaraan tidak ada,” ujar Emit sedikit jengkel dengan nada keras.

Akibatnya seluruh pelayanan publik, seperti kantor kecamatan tidak berfungsi sama sekali, karena tidak adanya akses fasilitas untuk melakukan kegiatan pelayanan, bahkan kantor pemerintahan sama sekali tidak berjalan dan dibiarkan rusak dan tidak terurus.

“Sebenarnya kami ini merasa jika kecamatan Kelimury hanyalah kecamatan yang dianaktirikan, jadi jangan kaget jika kami merasa disini belum ada yang namanya merdeka.” Kata Emit kepada media ini.

Kondisi malam di kecamatan ini bagaikan kampung “hantu” jika malam tiba karena penerangan yang ada hanyalah berasal dari lampu pelita yang dibuat oleh warga di rumah masing-masing.

Emit dan beberapa warga berencana untuk mengadukan hal ini kepada Gubernur Maluku Murad Ismail SH, “Beliau akan berkunjung ke Kelimury dan akan kami minta agar beliau bisa segera menyelesaikan persoalan ini, jika tidak sebaiknya mereka berhenti datang untuk mencari suara untuk kepentingan pribadi mereka,” ujar rekan Emit lainnya melalui selular.

Sementara itu pihak PLN sendiri yang coba dihubungi melalui akun sosial medianya tidak menjawab sama sekali persoalan keluhan warga Kecamatan Kelimury ini.

loading...