PB, OPINI – Universitas Diponegoro (Undip) hari ini (Jum’at, 14/2) akan memberikan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani. Menurut Undip, Puan diberi gelar kehormatan karena dianggap banyak berkontribusi terhadap hubungan baik antar bangsa dan negara lain-dalam bidang sosial budaya, kebijakan pembangunan kemanusiaan dan kesejahteraan umat manusia.

Alasan lain, Puan Maharani juga disebut aktif mempromosikan kebudayaan Indonesia dalam perhubungan antar negara. Begitu terang Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum.

Berbeda dengan Undip, penulis juga anda yang pembaca artikel ini mungkin hingga saat ini juga masih bingung. Peran apa yang dimaksud Undip sehingga Puan Maharani mendapat gelar kehormatan ? Tak ada prestasi penting yang ditorehkan anak Megawati ini saat menjadi menteri, ketika menjadi ketua DPR RI juga belum kelihatan puan menonjol di bidang apa.

Justru yang kondang itu, Puan pernah disebut Setya Novanto menerima duit korupsi e KTP. Bukan puan saja, tetapi juga Ganjar Pranowo. Mereka berdua ini kader PDIP.

Padahal, Gelar Honoris Causa (H.C) atau Gelar Kehormatan adalah sebuah gelar kesarjanaan bergengsi yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi/universitas yang memenuhi syarat kepada seseorang, meskipun tanpa orang tersebut perlu untuk mengikuti dan lulus dari pendidikan yang sesuai untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya tersebut.

Gelar Honoris Causa dapat diberikan bila seseorang telah dianggap berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia.

Pirtinyiinnyi ? Pertama, Apa jasa Puan ? Kedua, mana diantara jasa itu yang terkategori luar biasa ? Ketiga, bidang ilmu dan pengetahuan apa yang digeluti Puan ?

Masak disebut terima duit e KTP terkategori berjasa ? Apakah berjasa itu subjektif tergantung yang mau ngasih gelar ? Suka-suka Undip ?

Bagi rekan-rekan alumni Undip atau yang masih menempuh studi di Undip sangat mungkin ikut risih mendengar kabar ini. Pemberian gelar ini, justru bisa menjatuhkan marwah dan wibawa intelektual Undip.

Undip itu kan Universitas Diponegoro. Memangnya Universitas DiPurwokerto ? Universitas DiPurworejo ?Universitas Dipringharjo ?

Ah sudahlah, terserah Undip. Orang yang belum jelas jasanya diberi gelar kehormatan. Sementara Prof Suteki, yang jelas anak kandung Undip, begawan hukum penerus Trah ‘Hukum Progresif’ kebanggaan Undip justru dipersekusi.

Dengan modal radikal radikul, Prof Suteki di copot jabatannya. Dialienasi di kampusnya. Di isolasi di luar kampus, dan dimatikan masa depan dan karirnya.

Wis, zaman sudah edan. Kalau ga ikut edan ga kebagian. Mung beja bejane wong kang eling lan nduweni iman. Cukup semanten lur. Monggo.

Penulis : Nasrudin Joha (Wartawan Senior)

loading...