PB,MALUKU-Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengaku kesal dan mengecam keras atas pelayanan PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara terutama di wilayah Kei Besar.
Pertemuan ini dihadiri oleh empat Pimpinan Komisi dan Anggota DPRD Provinsi, seluruh Pimpinan OPD Malra bertempat di Aula Kantor Bupati, Kamis (13/2/20).
Bupati Malra menyatakan bahwa PLN Maluku-Malut sudah membohongi terkait penyediaan listrik di Kei Besar.

“Ini PLN dong pu pembohong, pembohong pung nene moyang, mereka pikir Maluku Tenggara ini gudang mereka,” kata Bupati Malra M. Thaher Hanubun

Hanubun mengatakan, pihaknya sudah membebaskan lahan untuk PLN, tapi tidak ada pekerjaan dan sarana yang hanya ditaruh begitu saja di Ohoi Elat Kei Besar nilainya mencapai Miliaran Rupiah,
Dia mengakui sudah melihat langsung pemasangan tiang listrik oleh PLN yang masih jauh dari harapan.

“Ini bukan orang cerita, tapi saya sendiri yang pergi melihat jarak antara tiang yang minimal dipasang 50 meter tapi yang dibuat ada yang 60-70 meter,” kata dia.

Saat ini, tambah Bupati, banyak tiang-tiang yang sudah roboh hingga kabel-kabelnya bergantung dan di beberapa wilayah terutama di Kei Besar Utara Timur lampu tidak menyala sampai saat ini.

“Direktur PLN Maluku dan Maluku Utara pernah ikuti saya sampai ke Jakarta untuk menyampaikan namun hasilnya nol,” ungkapnya.

Mesin milik Pemda, kata dia, sudah diserahkan untuk dikelola oleh PLN asalkan masyarakat bisa menikmati listrik, namun hasilnya sama saja tidak ada.

“Sampai saat ini saya tidak akan percaya dengan namanya PLN Maluku,” katanya.

Hanubun juga menyatakan bahwa laut Malra akan rusak jika tidak ada pengawasan dari provinsi. “Menurut undang-undang dua belas mil adalah tanggung jawab dari propinsi,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut Hanubun atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan terima Kasih terutama kepada Gubernur Maluku dan DPRD Provinsi dalam usaha memperjuangkan daerah ini masuk prioritas pembangunan dalam RPJMN 2020.

sumber : tribunmaluku.com

loading...