PB, Maluku – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Seram Bagian Timur Djafar Kwairumaratu memenuhi panggilan pihak penyidik Kejari SBT.

Kwairumaratu diperiksa sebagai saksi oleh Kepala Kejaksaan Negeri SBT Riyadi selama tiga jam dengan 10 pertanyaan dan semuanya masih seputaran dugaan penyalahgunaan Dana Desa ( DD ) Tobo tahun anggaran 2016-2018.

“Kadis Pemdes diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tilap DD Tobo yang dilakukan oleh mantan Karateker Desa Tobo Nijar Alkatiri, selama 3 jam dengan 10 pertanyaan semuanya seputaran tupoksinya selaku Kadis Pemdes,” Ungkap Riyadi kepada media di ruang kerjanya, Kamis ( 30/1).

Mengenai pemeriksaan ini, Kata Riyadi, sebenarnya bukan 10 pertanyaan saja melainkan lebih, namun karena Kwairumaratu hadir dengan tidak membawa data yang lengkap, sehingga 10 pertanyaan saja yang dilontarkan kepadanya.

Pemeriksaan sang kadis ini bertujuan untuk memperdalam dugaan penyalahgunaan DD Tobo, untuk itu perlu data yang lengkap. Untuk itu, pemeriksaan terhadap kadis ini dihentikan sementara waktu, sambil menunggu data lengkap sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penyelidikan.

“Jika data sudah lengkap maka kita akan panggil lagi pak kadis untuk pemeriksaan lanjutan,” ungkapnya.

Sementara pemeriksaan terhadap Kepala Inspektorat, ungkap Riyadi, masih ditunda sampai pekan depan, karena ia akan menghadiri kegiatan di Kejati Maluku.

“Saya selesai kegiatan dulu dan selanjutnya agenda pemeriksaan terhadap Kepala Ispektorat SBT Udin Tianotak dilakukan,” jelansya.

Sementara untuk tiga pelapor dari kasus ini, tambah Riyadi, telah diagendakan untuk dimintai keterangan setelah pemeriksaan terhadap Kadis Pemdes dan inspektorat.

“Jika pemdes dan kepala inspektorat sudah diperiksa, maka tiga pelapor akan diperiksa,” tandasnya.

(siwalimanews.com)

loading...