PB JAKARTA — Wabah corona (covid-19) terus meluas. Hingga Senin (6/4) petang jumlah kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia telah mencapai 2.491 kasus. 192 pasien dinyatakan sembuh, 209 pasien meninggal dan 2.090 orang masih dirawat. Provinsi DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak pasien positif covid-19.

Di kawasan Asia Tenggara, jumlah kasus positif terbanyak ada di Malaysia dengan jumlah 3.793 penderita, namun jumlah kematian tertinggi justru terjadi di Indonesia dengan jumlah 202 orang. Tak hanya warga atau pejabat, para dokter dan tim medis yang berjuang di garda terdepan melawan virus asal Wuhan China ini turut berguguran.

Dosen UMJ yang juga pengamat politik, Ma’mun Murod mengaku turut prihatin atas korban yang terus berguguran akibat wabah covid-19. Dia mengatakan, para medis harusnya mendapat perlindungan maksimal karena mempertaruhkan nyawa digaris paling depan.

“Bahkan para medis itu seharusnya mereka itu mendapat kompensasi lebih karena mereka berjuang mempertaruhkan nyawa digaris paling depan dalam pemberantasan dan penanganan pandemi corona,” kata Ma’mun Murod di Jakarta seperti dikutip pembawaberita.co, Senin (6/4/2020).

Sejauh ini pemerintah telah memberi himbauan agar masyarakat berdiam di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus, namun himbauan berdiam di rumah, bekerja di rumah dianggap tidak memberi solusi bagi para pekerja harian, ojol dll, terutama dalam hal pemenuhan ekonomi keluarga yang berdampak langsung akibat diam di rumah.

Hal ini pun mendapat reaksi dari Ketua umum Asosiasi Pengusaha Bumi Putera Nusantara Indonesia (Asprindo), H. Jose Rizal MBA. Menurutnya pemerintah tak sensitif mendengar jeritan masyarakat.

“Pemerintah menghimbau saja terus menerus, tanpa mempedulikan keadaan rakyat selama terus meluasnya wabah covid-19,” tegas Jose Rizal.

Jose mengatakan, sebelum ada virus covid-19 saja pun ekonomi masyarakat sudah sulit, ditambah selama covid-19 banyak masyarakat tidak bisa bekerja.

“Ada rakyat saat ini untuk makan saja sudah sulit apalagi bergizi dan beli masker. Bukan hanya persediaan barang saja yang dicukupi oleh pemerintah, masih ada rakyat nggak ada uang untuk beli makan. Kalau meminta masyarakat harus tinggal di rumah pemerintah harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan hidup rakyat dan keluarganya. Perlu persediaan uang tunai diberikan untuk rakyat tidak mampu supaya bisa beli makan dan vitamin untuk meningkatkan imun tubuh,” ungkapnya.

“Memang banyak persedian kebutuhan makanan di pasar, tapi rakyat pakai apa belinya. Ini yang harus dicari solusi jangan hanya menghimbau saja setiap hari,” tutupnya. (Beby)

loading...