PB BOGOR  – Penyebaran wabah virus covid-19 telah merembet hingga di seluruh provinsi di tanah air. Dampaknya yang luar biasa telah membuat beberapa daerah telah me-lockdown wilayahnya jauh jauh hari. Sebut saja Papua, Tegal, Tasik dan Kabupaten Buru Selatan.

Terbaru, DKI Jakarta telah menetapkan PSBB atau pembatasan sosial berskala besar, yang dimulai pada tanggal 10 April dan berakhir di 23 April 2020.

Penetapan serupa juga serentak diikuti oleh wilayah penyangga Ibukota, seperti Depok, Bogor, dan Bekasi. Lantas apa saran Politisi Senior, MS Kaban.

“Indonesia kawasannya sangat luas, wilayahnya itu meliputi hampir 5000 kilometer. Karena negara kita negara cukup besar yang terpencar-pencar, oleh karena itu agar penyebaran virus ini betul-betul dapat dideteksi dan dikendalikan, itu tidak ada cara ampuh kecuali memang untuk sementara waktu lakukanlah kebijakan lockdown,” kata MS Kaban, seperti dikutip pembawaberita.com, Rabu (15 April 2020).

“Jadi presiden, wakil presiden dan seluruh pimpinan tinggi negara, pejabat tinggi negara harus saling mengingatkan. Yang perlu kita selamatkan adalah rakyat Indonesia, negara Indonesia. Oleh karena itu para pemimpinnya mesti satu kata, ” tegas mantan anak buah SBY ini.

“Jadi, sikap atau keputusan yang ambigu, yang ragu-ragu, yang setengah hati ini berbahaya, karena masa penyebarannya bisa lebih panjang dan itu akan merugikan kita, jadi lebih bagus tidak ada keragu-raguan untuk melakukan lockdown, dan jangan sampai ada kebijakan yang setengah hati,” tegas mantan Menhut ini.

“Satu pihak kita menyuruh masyarakat kita untuk tidak melakukan perjalanan, tapi kenapa pemerintah terlalu terbuka terhadap tenaga kerja asing (TKA) khususnya dari RRC, padahal sumber utama asal muasal dari virus ini (covid-19) ada di China di Wuhan. Dan sampai saat ini pun di Wuhan tidak ada jaminan itu (virus) sudah selesai, karena gejala itu bisa hilang, bisa muncul lagi,” terangnya. (Beby)

loading...