PB Jakarta – Begawan Ekonomi Rizal Ramli mengkritik langkah Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi) Andi Taufan Garuda Putra yang juga pendiri dan CEO Amartha terkait keterlibatan program ‘Relawan Desa Lawan Covid-19’.

Diketahui, surat berkop Sekretariat Kabinet dengan bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 itu dikeluarkan pada 1 April 2020 mendadak viral. Surat tersebut ditujukan kepada para camat untuk mendukung pelaksanaan program ‘Relawan Desa Lawan Covid-19.

 

Surat Berkop Sekretariat Kabinet dengan bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 itu dikeluarkan pada 1 April 2020 terkait keterlibatan program relawan desa lawan Covid-19 PT Amartha Mikro Fintek

Dalam surat itu disebutkan ada kerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) yang akan berpartisipasi dalam menjalankan program Relawan Desa Lawan Covid-19 di Sulawesi dan Sumatera. Andi Taufan sendiri diketahui sebagai pendiri dan CEO Amartha.

“Stafsus muda sudah abusive, tidak tahu malu. Tidak punya etika, ndak ngerti bahwa ‘conflict of interest’ itu tidak boleh. Payah abis. Belajar dari siapa ya?,” ujar RR begitu ia disapa dalam akun Twitter @RamliRizal seperti dikutip, Selasa, (14/4/2020).

RR mempertanyakan, kenapa 7.094 Kecamatan di seluruh Indonesia harus bekerja sama dengan PT milik staf khusus Jokowi.

“Kenapa 7.094 kecamatan seluruh Indonesia harus bekerja sama dengan PT milik Staf Khusus Mas Jokowi?,” tukas RR.

Andi Taufan Garuda Putra sedianya sudah meminta maaf terkait beredarnya surat berkop Sekretariat Kabinet yang ditujukan kepada para camat untuk mendukung pelaksanaan program relawan desa lawan Covid-19.

Merespon polemik ini, Andi langsung menarik surat tersebut. Staf Khusus Presiden Jokowi ini pun bahkan kembali menarik surat yang menjadi perbincangan tersebut.

“Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut,” kata Andi dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2020).

Wondo : baca sumber kedai pena

loading...