PB Simalungun, Sumut – Kinerja luar biasa bobrok tampak begitu vulgar dipertontonkan akibat banyak nya terjadi temuan penyimpangan dengan indikasi kecurangan akut disemua kebun unit se Distrik serdang 1 ( Diser 1) PTPN III pada anggaran dana pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) sehingga menyebabkan aset perusahaan banyak yang terlantar dan tak terurus dan tentunya akan berakibat kerugian pada perusahaan milik Holding Perkebunan PTPN III berplat merah ini .

Ketua DPC Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Toni Situmorang menjabarkan pada kamis (30/04/20) sesuai dengan data investigasi dilapangan selama 2 hari berturut turut (29 – 30 April 2020) berdasarkan kondisi areal yang cukup memprihatinkan mengidentifikasikan bahwa hampir semua anggaran dana pemeliharaan dikebun unit Diser 1 se – PTPN III diduga sangat rawan dijadikan ajang korupsi berjamaah dan sangat rentan bermasalah.

Publikasi media online dan cetak dengan asumsi yang cukup negatif memberitakan hasil temuan kurun waktu belakangan ini dengan dugaan banyaknya penyimpangan sehingga dapat merugikan aset dan keuangan PTPN III, merupakan bentuk fakta fakta yang akurat sesuai dengan hasil investigasi insan media ini di lapangan pada areal HGU Afdeling I, Afdeling III berikut Afdeling IV Kebun Gunung Pamela .

Kinerja luar biasa memprihatinkan tampak dipertontonkan cukup vulgar pada areal yang terlihat pada temuan reporter media ini dengan banyaknya buah tandan yang telah membusuk yang ditinggalkan dan dibuang dengan sengaja pada areal HGU produksi disebelah dalam (Dokumentasi terlampir) tanpa ada tindakan monitoring maupun upaya kepedulian pembenahan yang signifikan dari pihak jajaran Manejer maupun Aska Tanaman Kebun PTPN III terhadap tanggung jawab kinerja manajemen dikebun unit ini . Ada apa ?

Manejer Unit Kebun Gunung Pamela Seno Aji yang coba dikonfirmasi via Whats App enggan memberikan jawaban atas konfirmasi oleh kru media ini mengenai temuan dilapangan hampir semua afdeling bermasalah, Namun pihak manajemen kebun unit terkesan cuek dan tutup mata terkait semua pemberitaan media yang gencar dipublikasikan mengenai anggaran pemeliharaan pada Tanaman menghasilkan (TM) ini, brondolan yang dibuang dan ditinggalkan dengan sengaja hingga membusuk dengan tonase yang cukup besar berdasarkan luasan areal, kondisi demikian brondolan berserakan membusuk dan dibuang dengan sengaja yang notabene jajaran direksi Holding Perkebunan beberapa waktu lalu baru saja mengintruksikan bahwa jangan ada brondolan yang terbuang sebab brondolan merupakan bagian tidak terpisahkan dari bagian target produksi yang bernilai rupiah .

Indikasi adanya keterlibatan jajaran petinggi Diser 1 PTPN III pada anggaran pemeliharaan dan penyimpangan kinerja ini tampak beraroma sangat tajam Sehingga semua pengaduan dan pemberitaan kalangan media dan Lsm tidak digubris General Manejer GM dan jajaran nya dengan tinjak lanjut ketanggapan penyikapan bahkan terkesan ditutupi.

Forum Pers Independen Indonesia berharap agar pihak Kementerian BUMN RI dan pihak Jajaran Direksi Holding Perkebunan PTPN III segera mengambil sikap agar segera mengevaluasi kinerja Jajaran kerja Diser 1 dan juga Jajaran Direksi PTPN III , dan dipastikan hal ini akan disurati resmi Kekantor Operasional Pelaksana dimedan dan Kantor Holding Perkebunan kementrian Agro Farmasi Demi kelangsungan tatakelola yang seimbang , bersih , sehat dan bebas dari koruptor yang menggurita di perusahaan Holding Perkebunan PTPN III ini.

(Sampai berita ini diturunkan ke redaksi, Dirut Holding PTPN III Muhammad Abdul Ghani belum berhasil dimintai komentar dan keterangan nya terkait Kinerja KKN dan kekurang pedulian tanggung jawab pada aset Hasil Produksi dan Tanaman menghasilkan (TM) di PTPN III yang diduga sengaja diterlantarkan). (Tony)

loading...