PB Kepri : Situasi pandemi covid – 19 bukan hanya mengubah kehidupan sehari-hari kita namun juga mendorong perubahan dunia industri, bisnis dan perilaku ekonomi serta rantai pasokan khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Upaya mengkarantina sebagai konsekuensi pembatasan penyebaran penyakit tersebut  juga menciptakan dampak ekonomi negatif bahkan pandemi tersebut mengakibatkan resesi global karena lebih dari sepertiga populasi global saat ini dikunci (lockdown).

Tentunya pemerintah, pebisnis dan pelaku UMKM harus mencari keunikan peluang untuk memulihkan keadaan usahanya tersebut. Pemulihan yang tidak hanya menyediakan pendapatan dan pekerjaan, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas, mengintegrasikan perilaku dan tindakan keanekaragaman hayati yang baru dan kuat, dan membangun bisnis industri dan ketahanan ekonomi nasional.

Menyikapi kondisi yang sulit diprediksi (unpredictable) tersebut, kantor Berita ANTARA Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memfasilitasi diskusi virtual untuk membahas kebangkitan ekonomi, khususnya di wilayah Kepri di masa pandemi covid -19.

Diskusi virtual bertema “Kebangkitan Ekonomi Kepri ditengan Pandemi”, menghadirkan para pelaku usaha dengan narasumber : Jose Rizal (Ketua Umum ASPRINDO), Darma Setiawan (Anggota DPD RI), Erwan Bachrani (Bendahara AMPI) dan Sapril Sembiring (Pelaku Pariwisata), Selasa (2/6/2020) pukul 11.00 – 12.00 WIB.

Kepala Biro LKBN ANTARA Provinsi Kepri, Evy R.Syamsir, menyebut kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kantornya untuk membahas kondisi perekonomian Kepri menjelang penerapan new normal yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Jadi, Kantor Berita ANTARA bukan hanya bertugas memproduksi berita, foto, dan video. Tetapi juga menjadi corong diskusi terhadap situasi terkini di daerah maupun pusat,” kata Evy, Selasa (2/6).

Dalam diskusi kali ini, narasumber yakni Ketua Biro Perjalanan Wisata Kota Tanjungpinang, Sapril Sembiring menyebut dari sektor pariwisata, Kepri siap beradaptasi dengan new normal atau kelaziman baru.

“Suka atau tidak suka, dunia pariwisata harus kreatif dan berinovasi di tengah new normal,” imbuhnya.

Menurutnya, penerapan new normal di sektor pariwisata tentunya dibarengi protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran/penularan covid -19.

Hal ini bertujuan menjadikan aktivitas pariwisata aman bagi wisatawan mancanegara, maupun masyarakat tempatan yang tentu khawatir jika wisman datang berkunjung di tengah pandemi.

“Sesuai pula dengan permintaan wisman, mereka berwisata harus dalam kondisi aman covid -19,” kata dia.

Lanjutnya, di wilayah Kepri sendiri. Dua lokasi wisata sudah siap dibuka menyongsong new normal yaitu, Nongsa di Batam dan Bintan Resort Cakrawala (BRC) di Bintan.

Keduanya diharapkan jadi triger bagi sektor pariwisata lainnya pada fase new normal.

“Termasuk menjadi pioner bagi pengembangan ekonomi UMKM di sekitarnya,” tutur Sapril.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Bumi Putera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Jose Rizal, dari perspektif sektor UMKM turut menyambut baik new normal untuk memulihkan kondisi krisis perekonomian imbas covid -19.

Menurut Jose, tahun 1998 juga sudah pernah terjadi krisis, dimana semua usaha-usaha besar terkena dampaknya. Terkecuali sektor UMKM, yang mampu bangkit bahkan mencapai 350 persen.

Namun situasi puluhan tahun silam itu, lanjutnya, berbeda dengan situasi pandemi covid -19, di mana nyaris semua jenis usaha, termasuk UMKM kini ikut terdampak.

Jose Rizal pun memandang pemerintah perlu memberikan stimulus ke sektor UMKM, agar tetap bertahan dan mampu mendongkrak perekonomian secara nasional.

Karena situasi saat ini, UMKM justru sanggup bertahan, seperti pengusaha kuliner, kerajinan, dan industri kecil dan kreatif.

“Kalau perusahaan besar tidak perlu stimulus, karena mereka sudah bisa mengatasi sendiri,” imbuhnya.

Rizal beranggapan pemerintah daerah maupun pusat sudah berpikir ke arah tersebut. Agar perekonomian bangkit, maka UMKM harus mendapat perhatian khusus.

Dunia pariwisata pun demikian. Menurutnya, harus melibatkan pelaku UMKM agar mereka tetap hidup. Misalnya menjual barang-barang yang jadi kebutuhan tamu/wisman.

“Sudah tepat seperti yang disampaikan Pak Sapril. Pariwisata harus jadi pemicu supaya bisnis UMKM tetap bergairah di new normal,” ucapnya.

Jose pun mengharapkan dukungan presiden agar target kontribusi UMKM terhadap total ekspor non migas dari 14,37 persen menjadi 30 persen pada akhir 2024.

Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat yang dibutuhkan agar target ekspor non migas dapat tercapai yaitu ; menyatukan fungsi kelembagaan UMKM dibawah satu atap dalam wadah koperasi yang merupakan lembaga ekonomi rakyat yang konstitusional dan peningkatan peran pelaku UMKM menjadi bagian integral dari kebijakan pemerintah untuk UMKM 2020- 2024 yaitu keberpihakan pemerintah pemberdayaan UMKM sebagai penyumbang lapangan kerja terbesar.

Selain itu Asprindo dijabarkan Jose Rizal, juga memberikan masukan ke pemerintah untuk memperpendek ‘suplay chain’ bahan baku dan barang modal yang diperlukan oleh UMKM dalam rangka meningkatkan kualitas ‘design dan packaging’ dalam persaingan global.

Asprindo sangat mendukung pemda, dalam hal ini gubernur, bupati dan walikota untuk menerbitkan perda tentang proteksi para pelaku bisnis UMKM pemula dan penggunaan produk lokal dalam rangka menciptakan kesinambungan dan kemandirian daerah.

“Dalam rangka memperkuat UMKM, maka tiap-tiap daerah diperlukan industri dan inkubator berbasis keunggulan dan kearifan daerah berorientasi ekspor,” ungkapnya.

Mewakili kaum milenial yang juga bendahara Angkatan Muda Pembangunan Indonesia (APMI) Provinsi Kepri, Erwan Bacharani menyampaikan jelang normal baru pemerintah harus betul-betul memperhatikan jaringan pengaman bagi masyarakat. Seperti kesehatan, keamanan, dan ekonomi.

Khusus dunia usaha, dia mendorong pemerintah menjadi regulator yang baik dalam memacu sektor bisnis terutama UMKM, di tengah pandemi covid -19.

Dikatakannya, saat ini sektor tersebut banyak mengalami kendala. Salah satunya persoalan bahan baku dan pemasaran.

Untuk itu, dia mendorong pemda maupun pemerintah pusat perlu memfloating anggaran untuk bahan baku.

“Misalkan satu usaha terkendala pendistribusian bahan baku, maka pemerintah dapat mengakomodir,” sebut Erwan

Wakil Ketua Umum Kadin Provinsi Kepri, Mustava menyarankan UMKM tetap inovatif dan menjalankan usahanya di tengah pandemi covid -19.

loading...