PB JAKARTA – Isu reshuffle dalam dua hari ini berhembus begitu kencang, sejak pidato Jokowi.

“Saya menilai reshuffle menteri bakal terhalang party power atau kekuatan partai, apalagi Megawati menyebut Jokowi petugas partai,” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie kepada wartawan Rabu (01/7/2020).

Jerry menilai, akan sulit untuk mereshuffle menterinya. Lantaran Jokowi harus berhadapan dengan kaum elitis, pimpinan parpol sampai para cukong yang mendukung beliau pada pilpres lalu.

“Entah ini sikap Jokowi menyalahkan dirinya, lantaran salah memilih menteri-menterinya, ataukah beliau geram tapi hanya disampaikan secara lisan tanpa tulisan, kemarahan ini hanya peringatan saja, shock therapy kepada bawahannya, ataukah ini menutupi kelemahannya,” ujar Jerry.

Persoalannya, ucap Jerry, jika dilakukan  reshuffle maka dampaknya buruk terhadap kinerja bahkan kredibilitasnya.

Lantaran kata Jerry, Febuari lalu juga sempat diutarakan akan reshuffle kabinet.

“Takutnya publik tak akan percaya lagi. Saya dorong presiden jangan takut reshuffle.

Sekali lagi jika tidak maka ini akan menjadi bumerang bagi mantan Walikota Solo ini. Jadi dibutuhkan bukan hanya gertak sambal tapi langsung bertindak,” jelas dia.

Dia berharap agar ini bukan politik ingkar janji atau pepesan kosong dimainkan dalam isu reshuffle.

“Marah ini bisa saya indentikan mau cari safety, mencari atensi publik, baper, faktor pembenaran, tak ingin disalahkan publik, sebuah drama politik ataupun politik gimmick,” ucap Jerry.

Jerry berharap, agar negeri ini tak dijuluki ‘negeri imbauan maupun “negeri wacana’ belaka. (Beb)

loading...