PB, Jember – Penyelenggaraan aksi kemanusiaan operasi gratis 5000 dhuafa oleh Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember terus berjalan. Sinergi dan bentuk dukungan pun diberikan dari berbagai kalangan, seperti kyai, mahasiswa, hingga seniman.

Seperti Sabtu (17/10) lalu giliran anggota DPRD Kabupaten Jember yang menyempatkan diri mengunjungi dan mengawal puluhan pasien dhuafa penderita katarak hingga di ruang operasi.

Ja’faroh Wafi, Anggota Dewan Komisi D DPRD Kabupaten Jember ini menjelaskan jika operasi gratis termasuk bidang yang dibawahinya yaitu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, aksi kemanusiaan yang digelar RS Bina Sehat terbukti mampu menyentuh masyarakat menengah ke bawah yang sebelumnya terkendala untuk berobat.

“Setahu saya program ini bukan kali pertama diadakan. Ada beberapa mantan pasien dhuafa yang saya temui dan mengaku jika operasi gratis di Bina Sehat sangat bermanfaat,” paparnya, saat ditemui diruangkerjanya, Selasa (20/10) pagi.

Ditambahkan, penyebarluasan informasi tentang adanya aksi kemanusiaan operasi gratis dilakukan dengan baik. Oleh karenya itu, tidak sedikit masyarakat di luar Kabupaten Jember yang ikut mendaftar.

“Program ini sangat baik dan ditunjang dengan penyebarluasan informasi yang baik pula. Sehingga masyarakat pelosok bahkan dari luar Jember pun mempunyai kesempatan untuk ikut operasi gratis,” ujarnya.

Tak jauh berbeda, Drs. Agus Sofyan, yang juga Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember yang ikut serta dalam kunjungan tersebut memaparkan jika aksi kemanusiaan operasi gratis ini patut diakui sebagai gebrakan yang luar biasa. Hal ini terkait dengan banyaknya masyarakat terbantukan.

“Sebagai rumah sakit swasta yang mampu menggelar aksi kemanusiaan operasi gratis tentu menjadi hal baik. Apalagi targetnya hingga 5000 pasien dhuafa,” jelasnya.

Ditemui saat berada di dekat ruang operasi, Habib Isa Mahdi, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember ini antusias memberikan dukungan moral kepada para pasien dhuafa penderita katarak yang akan dioperasi.

“Ada beberapa pasien yang sedikit cemas karena akan dioperasi, maka dari itu saya ajak bicara untuk mengurangi kecemasannya,” ungkapnya.

Secara terpisah, Taufik Saiful Bahri, keluarga salah satu pasien dhuafa yang sempat dikunjungi anggota dewan tersebut mengungkapkan rasa bahagianya. Menurut pria yang berasal dari Kecamatan Silo, anggota DPRD, menyempatkan diri untuk mengunjungi para pasien dhuafa saja itu sudah cukup menunjukkan rasa peduli.

Baginya, kehadiran para anggota dewan tersebut dapat memberi semangat bagi pasien dhuafa.

“Namanya dewan perwakilan rakyat, berarti juga mampu merakyat. Sebagian besar pasien dhuafa ini, kan termasuk kalangan menengah ke bawah,” katanya.

(tik)

loading...