PB, Jember : Kedatangan tim Kementrian Perhubungan pusat ke Kabupaten Jember, guna melakukan survey yang akan mengembangkan alat transportasi baru yaitu Bus Rapid Transport (BRT).

Diungkapkan Siswanto, Kepala Bidang Transportasi Dishub Jember, bahwa kemunculan BRT nantinya tidak akan mematikan alat transportasi lainnya seperti angkutan kota yag sudah ada selama ini.

“Ada sekitar tujuh orang yang melakukan cek studi untuk kelayakan BRT di Jember. Tim inilah yang fokus untuk mengevaluasi kesiapan rencana operasional BRT di Kabupaten Jember,” jelasnya.

Sejumlah kesiapan telah dipersiapkan oleh Dishub Jember, namun sampai dengan saat ini, pihaknya masih belum mendapatkan hasil survey dari tim Kemetrian Perhubungan tersebut.

“Mulai dari jalur yang akan dilewati, desain halte, hingga kesiapan terminal untuk BRT,” kata Siswanto menambahkan.

Dari hasil kajian kemarin, untuk di Kabupaten Jember nantinya akan dibutuhkan sekitar 3-4 bus yang akan diujicobakan. BRT yang direncanakan ini akan melaju di jalur protokol dengan rute Tawangalun-Pakusari dan Tawangalun-Arjasa.

“Itu hasil studi sementara, tapi saat ini masih menunggu hasil kajiannya,” ucapnya.

Terkait dengan adanya isu penolakan dari angkutan kota yang selama ini beroperasi di Jember, siakui Siswanto memang ada. Namun, pihaknya meyakinkan jika adanya BRT tidak akan sampai mematikan angkutan kota di Jember.

“Kami akan tetap mengakomodir kepada angkot untuk tetap bisa beroperasi, jadi tidak mematikan sandang pangan mereka,” bebernya.

Jika BRT hanya beroperasi di jalur protokol, maka nantinya fungsi untuk angkot lebih digunakan sebagai angkutan pendukung untuk operasional BRT. Untuk angkot akan difungsikan masuk ke daerah pinggiran dengan rute perumahan dan rute lain yang selama ini tidak pernah terkover rute angkot.

“Salah satunya yang hingga hari ini tidak ada angkot daerah Tegal Besar, Mastrip, Gebang. Padahal, pertumbuhan pemukiman di daerah ini sangat pesat,” ucapnya.

Sehingga nantinya semua daerah di Jember akan terkover oleh angkutan masal. Karena memang untuk semangatnya adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Dengan adanya rute baru yang menembus pemukiman, diharapkan akan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum,” ungkapnya.

Siswanto menambahkan, pihaknya saat ini juga terus melakukan promosi kepada sekolah terkait dengan penggunaan angkot ini.

Dengan perubahan sistem transportasi ini, dirinya yakin jika angkot akan menjadi primadona lagi. Salah satu perubahan paradigma dengan melakukan berbagai promosi dan seminar tentang manfaat angkot.

“Angkot diharapkan dapat menjadi jawaban atas masalah transportasi di Jember,” tambahnya.

Di internal, pihaknya juga akan mendesak kepada angkot untuk melakukan restrukturisasi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Pihaknya berharap nantinya restrukturisasi sistem angkutan umum ini dapat seperti di Solo yang sudah berhasil membuat BRT yang menggantikan angkutan pribadi. (tik)

loading...