PB, Sumedang – Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci dan Gunung Palasari berada ditengah Kota Sumedang, tepatnya di Kelurahan Kotakulon dan Pasanggrahan kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Lokasi ini sangat strategis dan penting nilainya bagi kehidupan masyarakat di sekitar Kota Sumedang.

Nilai manfaat yang dapat diberikan Tahura antara lain secara Ekologi, sebagai paru-paru kota, secara ekonomi, memberikan kesempatan berusaha kepada masyarakat dan secara sosial budaya, memberikan kesempatan bertemu dan berkumpulnya pengunjung dengan masyarakat sekitar.

Manfaat lain yaitu secara historis, tempat ini mempunyai nilai sejarah dengan berdirinya cagar budaya berupa benteng peninggalan Belanda, sangat penting bagi pendidikan.

Menjangkau kawasan ini sangatlah mudah, karena berada tepat di pinggir jalan Bandung – Cirebon. Pengunjung dapat turun langsung menuju lokasi Tahura.

Posisi Tahura ini berada antara 655’ – 725’ LS dan 10745’-10811’ BT dengan ketinggian berkisar 485 – 665 mdpl, dengan luas Gunung Kunci 3,67 Ha dan Gunung Palasari 31,22 Ha, sehingga luas total mencapai 34,89 Ha.

Kini, pengelolaan Tahura Gunung Kunci dan Gunung Palasari dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan nomor 107/Kpts-II/2003 tanggal 24 Maret  2003 tentang Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Pengelolaan Taman Hutan Raya oleh Gubernur dan Buapati/Walikota.

Kemudian, Pemkab Sumedang mengambil kebijakan untuk membangun dan mengembangkan kawasan Taman Hutan Raya menjadi suatu kawasan yang berfungsi sebagai konservasi, edukasi, rekreasi dan preservasi.

Pemkab juga membentuk lembaga pengelola Tahura berupa UPTD Pengelolaan Tahura Gn. Kunci dan Gn. Palasari, pengelolaannya secara menyeluruh oleh Pemkab Sumedang baru terselenggara sejak tahun 2011.

Kepala UPTD Tahura Gn. Kunci dan Gn Palasari, Indra Gunawan, S.Hut, MM mengatakan Tahura ini mepunyai potensi yang besar untuk dikembangkan, banyak nilai-nilai bisa dijadikan komoditas diantaranya, nilai historis, ekologis, ekonomis bahkan nilai mistis pun ada.

“Potensinya sangat besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata pilihan, disamping itu lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau,” katanya saat ditemui, kemarin.

Menurut Indra, sementara ini, karena sepi, kawasan ini sering dijadikan arena menyepi bagi kalangan muda, itu merupakan sesuatu kesan yang jelek pada kawasan ini.

“Saya ingin merubah paradigma pengunjung, menjadikan kawasan ini sebagai tempat peristirahatan dan pendidikan, disamping itu, untuk sekarang belum ada manfaat secara nilai ekologis, ekonomis dan sosial budaya,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Indra, untuk publikasi Tahura Gn. Kunci dan Gn. Palasari sudah bagus dan cukup dikenal di luar, bahkan beberapa yang hobi fotografer sering datang, terutama dari acara bernuansa mistis di beberapa stasiun televisi nasional juga sering dijadikan rujukan.

“Acara-acara seperti Dunia Lain, Mister Tukul, bahkan terbaru yaitu Angker Banget, melakukan shooting disini, jadi secara publikasi sudah bagus ke luar,” ungkapnya.

Indra optimis, Tahura Gn. Kunci dan Gn. Palasari akan menjadi kawasan objek wisata yang besar, apabila didukung sarana dan prasarana yang bagus, seperti untuk Outbond, arena bermain anak, shelter dan penataan kembali gerbang.

“Jadi Tahura akan menjadikan pengunjung betah apabila berkunjung, tidak seperti sekarang, tidak ada yang menarik, pengunjung hanya mampir sebentar, lalu pulang kembali,” tandasnya.

(Ariosut)

loading...