PB Cianjur-Sebuah makam di Kampung Pasirnangka RT 02/01, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Rabu (11/11) dibongkar Tim Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Makam atas nama Ujang Suryana (31) yang notabene adalah Kades Sindangraja itu dilakukan karena pihak keluarga menduga penyebab kematiannya yang tidak wajar.

Kakak korban, Ai Hasanah (35), mengatakan, kecurigaan keluarga didasarkan atas luka serupa lubang pada bagian leher belakang telinga kiri berdiameter 4,11 milimeter yang tembus hingga ke leher belakang telinga kanan berdiameter 5,11 milimeter. Selain itu, ada juga tiga luka sayatan yang berjajar pada bagian kening adikknya itu.

“Luka lainnya ada patah tulang pangkal atas hidung. Sedangkan kalau luka kecelakaan kan seharusnya ada luka parut. Itu tidak ada,” jelas Ai.

Senada, istri korban, Siti Fatonah (29), menduga, luka yang diderita suaminya itu dianggapnya sangat tidak wajar. Karena itu, ia dan pihak keluarga pun meminta kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Saya dan keluarha melihat ada yang janggal dalam kematian suami saya. Saya minta kepolisian agar menelusuri kasus ini hingga tuntas. Kami rasa bukan karena kecelakaan biasa,” tutur Siti.

dr Yudy, spesialis Forensik RSCM Jakarta, ditanya soal hasil otopsi jenasah korban, enggan berkomentar. Yudy hanya menegaskan bahwa hasil otopsi tersebut nantinya hanya akan disampaikan secara langsung ke Polres Cianjur.

“Kalau hasilnya, saya tidak bisa menyampaikannya untuk publik. Tapi nanti akan langsung kami serahkan ke Polres Cianjur,” jelas dia.

Yudy mengakui, pada tubuh korban memang terdapat sejumlah luka. Meski begitu, pihaknya pun tidak bisa memastikan apakah luka tersebut diakibatkan kecelakaan atau tindakan kekerasan.

“Memang ada luka. Tapi yang memastikan apakah itu luka karena kecelakaan atau tindakan kekerasan, itu polisi yang berhak menyatakannya,” jelas dia tanpa merinci jumlah luka dan pada bagian tubuh mana saja yang diderita korban.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Gito, ditemui di lokasi, mengatakan, pembongkaran makam tersebut merupakan bagiam dari bentuk upaya pelayanan pihak kepolisian kepada masyarakat.

“Karena keluarga menduga ada yang tidak wajar, atas permintaan keluarga, maka kami pun membongkar makam untuk proses penyelidikannya,” jelas Gito.

Ujang Suryana, dinyatakan meninggal akibat kecelakaan tunggal pada Sabtu dini hari, 22 Agustus 2015 lalu sekitar pukul 02.30 wib di Panembong, Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Cianjur. Setelah ditemukan warga, Ujang pun langsung dibawa ke RSUD Cianjur dan langsung dirujuk ke RSHS Bandung. Selanjutnya, sekitar pukul 08.30 wib, nyawa Ujang pun tidak terselamatkan.

Ujang adalah Kepala Desa Sindaraja, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, sebelum meninggal, Ujang tengah menangani permasalahan lahan tanah yang kabarnya akan dibeli sebuah perusahaan.(RUH)

loading...