PB, Cianjur – Total 223 botol minuman keras oplosan, dari berbagai merk dan jenis, berhasil diamankan Satreskrim Polres Cianjur dari sebuah gudang di Kampung Cibenda, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Senin (23/11) sore.

Selain itu diamankan pula puluhan bungkus plastik ukuran besar dan sedang miras oplosan.

IMG_8874-01

Ratusan botol miras yang masih dikemas dalam puluhan kardus itu, didapatkan polisi dalam operasi Cipta Kondisi Lodaya 2015 yang menyasar berbagai jenis penyakit masyarakat (pekat). Adapun operasi tersebut dilaksanakan setentak di seluruh jajaran Polda Jawa Barat.

Awalnya, dua mobil minibus anggota Satreskrim dan sejumlah personil dari Satsabhara dengan sebuah truk berkeliling di sejumlah jalan mulai dari Mapolres Cianjur di Jalan KH Abdullah bin Nuh, menuju ke Kecamatan Cibeber, Cianjur.

Rombongan itu pun lantas menyisir jalan desa yang tembus mulai dari Kecamatan Cibeber menuju ke Kecamatan Warungkondang. Tiba di Desa Cikaroya, polisi mencurigai sebuah kios jamu yang terletak tepat di sisi jalan.

Tak menunggu waktu, aparat pun langsung menggeledah kios jamu tersebut dan mendapati puluhan bungkus plastik kecil miras oplosan. Pemilik warung yang sebelumnya membantah pun tidak bisa mengelak lagi.

IMG_8887-01_1

“Bukan milik saya Pak. Milik kakak saya,” jawab penjaga kios jamu ketika ditanya kepemilikan miras oplosan tersebut.

Kemudian, tidak hanya itu, sebuah gudang yang terletak tepat di belakang kios jamu itu pun tak luput dari pemeriksan polisi.

Setelah pintu gudang yang berada di samping dibuka paksa, ternyata terdapat puluhan kardus miras dan seseorang yang tengah mengoplos miras.

Lelaki itu pun tidak bisa mengelak lagi karena telah tertangkap tangan dengan barang bukti.

Selain ratusan botol miras, bukti lain yang didapati di tempat kejadian perkara (TKP) di antaranya tiga buah galon, sebuah ceret besar takar, minuman berenergi, tiga botol besar minuman bersoda, beberapa botol sirup, sekantong plastik besar alkohol murni, ratusan lembar pita cukai palsu miras serta sebuah buku catatan dan resep berbagai jenis miras oplosan.

Seluruh barang bukti itupun lantas langsung disita dan dibawa ke Mapolres Cianjur beserta dua orang yang memproduksi dan menjual miras oplosan tersebut.

IMG_8888-01_1

Sementara, suasana di sekitar lokasi pun langsung ramai didatangi warga sekitar yang kaget dengan adanya penggerebekan tersebut.

Di Mapolres Cianjur, lelaki pengoplos miras itu mengaku, dalam sehari, ia bisa memproduksi tidak kurang dari 200 bungkus plastik miras oplosan berbagai ukuran.

Sedangkan miras oplosan itu sendiri diakuinya bukan miliknya sendiri melainkan kakaknya.

“Saya cuma meracik saja. Yang mengajari juga abang saya itu. Yang punya miras juga abang saya,” tutur dia.

Dari penjualan miras oplosan itu, ia mengaku, hanya mendapatkan pembagian tidak lebih dari 30 persen nilai keuntungan per sekali produksi.

“Yang belanja semua juga abang saya. Saya cuma tinggal mengerjakan saja,” tutur dia lagi.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Gito, menyatakan, pihaknya kini masih mengembangkan kasus tersebut. Adapun pasal yang dikenakan kepada keduanya yakni Pasal 204 KUHPidana dengan ancaman hukuman yang bisa mencapai 15 tahun kurungan penjara.

“Karena mengedarkan atau menjual barang yang bisa membahayakan kesehatan,” pungkas dia.

(RUH)

loading...