PB, Magelang – Satreskrim polres Magelang, akhirnya berhasil ungkap pelaku kasus pembunuhan, terhadap Yusriana Nur Istiwomah (18) Siswi SMK Sleman.

Tersangka ternyata tidak lain adalah pacar korban, AR alias Bagong(21 tahun) warga Mlati Sleman Yogyakarta.

Motif yang dilakukan ternyata Bagong, dendam dan juga belum bisa melakukan pertanggung jawaban atas perbuatan mereka hingga mengakibatkan Yusriana hamil 7 bulan.

Penolakan Bagong di selesaikan dengan cara melakukan pembunuhan sadis dengan memukul kepala korban dengan batu sungai.

Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho SH SIK MSi yang didampingi
Kasubag Humas AKP Haris Gunardi, dan Kaur Bin Sat Reskrim Polres Magelang, Iptu Sujarwo kepada wartawan mengatakan, bahwa penemuan mayat disekitar tempat rekreasi Ancol Ngluawar Magelang.

Dengan barang bukti berupa, 1 buah batu sungai yang dipergunakan untuk memukul kepala korban, 1 buah sepedamotor Yamaha mio warna merah dengan Nopol B 3898 TAB, 2 buah helm merk INK ,1 buah slayer warna hitam kombinasi putih, bertuliskan”DOGGIES SUPERMAN IS DEAT 1995″, 1 buah kaos warna hitam kombinasi merah bertuliskan”LONDON”, 1 buah celana pendek warna hitam kecoklatan, 1 buah HP Vandroid merk ADVAN S3 C warna hitam.

Kapolres Magelang menjelaskan, sesuai keterangan pelaku, aksi pembunuhan itu dilakukan tengah malam sekitar pukul 23.30.

Kronologis kejadian bermula pada tanggal 9 november 2015 sekitar pukul 18.30, Bagong menerima SMS dari Yusriana, untuk ketemu.

Korban menjelaskan jika dirinya telah hamil 7 bulan dan meminta dicarikan tempat kost, serta pertanggungjawaban untuk menikahinya.

Sekitar pukul 20.30 pelaku dengan mengendarai Yamaha Mio menjemput korban dan mereka berboncengan dari rumah korban.

Sekitar pukul 22.30 akhirnya berhenti ditepi jalan didaerah Banyurejo Tempel, Sleman, sempat terjadi cekcok dikarenakan korban tetap meminta pertanggung jawaban pelaku.

Akibatnya korban tidak tahan dan menampar wajah pelaku hingga pelaku jatuh.

Akibatnya Bagong menjadi dendam, akibat tamparan korban, dengan rayuan, korban akhirnya bersedia diajak ketepian sungai Progo, di Area Wisata Ancol Ngluwar.

Disinilah terangka menuntaskan dendamnya dengan memukul kepala korban dengan batu kali.

Tidak berhenti sampai disitu, korban juga diseret pelaku ke bagian bawah tempat yang lebih tersembunyi, sejauh 10 meter, lalu ditinggalkan begitu saja.

Keesokan harinya warga kaget menemukan mayat korban dalam kondisi yang sangat mengenaskan, dan warga akhirnya melaporkan ke pihak Polisi.

Dalam kasus ini tersangka dikenakan pasal 340 KUHP subsider pasal 368
KUHP yaitu dengan sengaja dan dengan direncanakan menghilangkan nyawa orang lain, dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara.

(Rasikun)

loading...