PB, Jakarta – Penghasilan sebagai tukang ojek pangkalan sepi, Septy Mulia Rachman (34) terpaksa menjalankan bisnis narkotika jenis sabu guna menambah pundi-pundi rezeki.

Kapolsek Tambora, Kompol Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan, kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa salah satu rumah di Kampung Duri Dalam, RT007/06 sering digunakan sebagai tempat transaksi sabu.

“Setelah itu petugas langsung melakukan observasi dan saat digerebek ditemukan barang bukti satu paket plastik kecil berisi sabu seberat 0,7 gram,” kata Wirdhanto, Rabu (16/12/2015).

Wirdhanto mengatakan, kepada petugas Septy mengaku selain menjajakan barang haram tersebut di rumah, pria yang diketahui sebagai resedivis ini sering menjajakan barang haram tersebut di tempat pangkalan ojek.

“Pelaku mengaku beli barang ini dari seseorang inisial B di daerah Krendang, Tambora. Persatu satu paket plastik klip kecil dibeli 
seharga Rp 700.000,” terangnya.

Wirdhanto menambahkan, kepada petugas Septy mengaku ia baru satu bulan menjalankan bisnis haram tersebut.

Hal itu dikarenakan terdesak kebutuhan ekonomi. Kendati demikian akibat perbuatannya ia dijerat pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

(WAF) 

loading...