PB, Cianjur – Memasuki masa tanam kedua tahun ini, ditambah dengan mulai meratanya musim hujan di berbagai daerah, stok dan ketersediaan pupuk untuk kebutuhan para petani sepenuhnya dijamin aman.

Kebutuhan pupuk tersebut meliputi tiga jenis pupuk yakni pupuk urea, NPK dan organik.

Hal itu diungkapkan Manager Humas PT. Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, saat meninjau ketersediaan pupuk di Gudang Lini III Kabupaten Cianjur di Pasirhayam, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (16/12) kemarin.

Menurutnya, pihaknya sudah mengantisipasi dengan mempersiapkan pupuk bagi para petani untuk didistribusikan ke setiap daerah hingga pelosok.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 60/Permentan/SR.310/12/2015 yang telah ditetapkan 3 Desember lalu, kuota pupuk bersubsidi untuk Jawa Barat Tahun 2016 untuk jenis Urea sebesar 571.940 ton, NPK sebesar 336.080 ton dan organik sebesar 56.750 ton.

“Kami menjamin, ketersediaan pupuk bersubsidi untuk Jawa Barat dalam angka aman. Begitu juga untuk Kabupaten Cianjur,” kata Ade.

Berdasarkan catatan, jumlah pupuk yang sudah didistribusikan kepada para petani untuk 2015 ini, periode Januari-awal Desember 2015, untuk jenis urea sebanyak 33.151 atau 82,60 persen dari kuota 40.135 ton.

Untuk pupuk jenis NPK sebesar 3.723,70 ton atau 23,16 persen dari kuota 16.075 ton. Sedangkan jenis organik sebesar 1.425 ton atau 86,06 persen dari kuota 1.600 ton.

Ade menyebut, kendala kurangnya penyerapan ini dikarenakan panjangnya musim kering yang terjadi hampir di seluruh daerah.

Khusus untuk jenis NPK dan organik, kata Ade, lebih dikarenakan kesadaran petani yang masih kurang dan belum terbiasa menggunakan pupuk NPK dan organik.

“Stok yang tersedia untuk wilayah Kabupaten Cianjur, untuk jenis Urea 3.763,05 ton. Untuk jenis NPK tersedia 82,65 ton. Sedangkan jenis Organik tersedia 31,32 ton. Jadi kami jamin aman,” yakin dia.

Untuk mengantisipasi datangnya musim tanam kedua tahun ini, yakni Oktober-Maret tahun depan, pihaknya mendorong stok pupuk ke Gudang Lini III. Per 14 Desember 2014, stok yang tersedia untuk Gudang Lini III mencapai 93.831,94 ton untuk jenis Urea, 1.000,65 ton untuk jenis NPK dan 3.322,05 ton untuk jenis Organik. Sedangkan di Gudang Lini II tersedia 28.761,42 ton unt Urea, 811,85 ton untuk NPK dan 5.662,45 ton untuk organik.

Ditanya soal antisipasi kebocoran pupuk bersubsidi ke pihak yang tidak bertanggungjawab, Ade menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan rapat rutin bulanan di seluruh kabupaten/kota dengan dinas terkait, yakni Dinas Pertanian, Dinas Pergangan, para distributor, dan Pupuk Kujang sendiri.

“Selain itu, setiap distributor dan kios resmi di seluruh Jabar, juga harus melakukan pelaporan setiap hari yang terintegrasi ke dalam sistem. Ini tidak bisa dibohogi walaupun itu adalah laporan palsu sekalipu. Semua akan terdeteksi. Sedangkan untuk keluhan pelanggan, bisa telepon ke 0.800.100.300.1 bebas biaya dan langsung direspon,” beber dia.

Pihaknya menegaskan, untuk pupuk bersubsidi, sesuai dengan Permentan No 60/Permentan/SR.310/12/2015 Tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi disebutkan, harga eceran tertinggi yang diterima petani tetap tidak berubah seperti tahun lalu.

Untuk jenis Urea HET dipatok sebesar Rp1.800 per kilogram, jens NPK sebesar Rp2.300 per kilogram dan jenis Organik sebesar Rp500 per kilogram. Namun, HET tersebut berlaku manakala pembeli datang langsung ke kios resmi dan pembelian harus dalam kantong 50kg atau bukan eceran serta paket dengan jenis pupuk lainnya.

“HET itu ketentuannya diambil sendri dan dibayar tunai di tempat dalam satu kemasan utuh. Kalau diantar ke rumah petani memang ada tambahan ongkos angkut. Kalo distibutor dan kios resmi pasti ada papan nama dan logok Pupuk Kujang ditambah memiliki surat jual-beli dengan kami,” jelas dia.

Ade menambahkan, pihaknya sangat menekankan pada kelancaran distribusi dan pemenuhan kebutuhan pupuk bersubsidi hingga ke tangan para petani. Untuk itu, pihaknya pun mengimbau jika memang ada kejanggalan, ada baiknya untuk melaporkan kepada pihaknya untuk ditindaklanjuti.

“Bisa langsung laporkan ke kami atau telepon keluhan pelanggan bebas pulsa tadi. Kami tidak akan mentolelir penyelewengan karena ini adalah pupuk bersubsidi,” pungkas Ade.

(RH)

loading...