PB, Jakarta – Upaya pencarian 6 korban kapal tabrakan di sekitar selat Singapura, Batam, terus dilakukan pihak Jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) TNI AL.

Dengan melibatkan KRI milik TNI AL dan dibantu tim SAR lainnya dari Posal Sambu dan Posal Belakangpadang yang menurunkan Combat Boatnya.

Dari keterangan pihak TNI AL, Informasi kecelakaan laut tersebut diterima Pusat Kendali Operasi Angkatan Laut (Puskodal) Batam dari ME3 LOKE.

Selanjutnya Puskodal Batam melakukan kontak dengan unsur KRI Koarmabar yang tengah beroperasi yakni KRI Pulau Rangsang-727 yang berjarak 2 NM dari lokasi kejadian.

Setelah menerima informasi tersebut KRI Pulau Rangsang-727 selanjutnya bergerak menuju posisi tubrukan kedua kapal itu, dilanjutkan dengan melaksanakan SAR. 

Bersamaan dengan itu, Puskodal Batam berkoordinasi dengan kantor SAR Tanjungpinang sekaligus broadcast melalui Radio Marine Band Ch 16/14 kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Dari informasi yang disebarkan, TB. Falcon 8 dan KN Purworejo, serta Kapal Police Coast Guard (PCG) Singapura mendatangi lokasi kejadian untuk membatu pelaksanaan SAR.

Saat ini pihak Koarmabar menambah jumlah Kapalnya, KRI Silas Papare-386, KRI Pulau Rusa-726, dan KRI Sembilang-850 untuk ikut menyisir pencarian hingga 5 mil laut timur jauhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rabu (16/12) terjadi tabrakan antara Kapal Kargo MV. Thorco Cloud, berbendera Antigua Barbuda (Denmark) yang bertubrukan dengan Kapal Tanker Stolt Commitment pada posisi 01° 12’ 23’’ U – 103° 54’ 20’’ T. Dan mengakibatkan 12 ABK MV. Thorco hilang, namun 6 lainnya sudah diketemukan.

(Puspenal/jal)

loading...